Hentikan Penambang Pasir Besi di Garut, KPPPGS Surati Presiden

Komite Pemerhati Pesisir Pantai Garut Selatan (KPPPGS) segera layangkan surat untuk Presiden dan pejabat lainnya terkait IUP (Ijin Usaha Penambangan) pasir besi PT UMRI di sepanjang Pantai Kecamatan Cibalong. Ketua KPPPGS, Evi Alfian mengatakan surat n

Hentikan Penambang Pasir Besi di Garut, KPPPGS Surati Presiden

Oleh: Deni Rinjani GARUT,FOKUSJabar.com: Komite Pemerhati Pesisir Pantai Garut Selatan (KPPPGS) segera layangkan surat untuk Presiden dan pejabat lainnya terkait IUP (Ijin Usaha Penambangan) pasir besi PT UMRI di sepanjang Pantai Kecamatan Cibalong. Ketua KPPPGS, Evi Alfian mengatakan surat nomor 020/K/KP4GS/VI/2013 itu menerangkan kondisi penambangan di pantai wilayah Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Pakenjeng, Mekarmukti, Bungbulang dan Kecamatan Caringin. "Kita memaparkan pelanggaran UU Nomor 26/2007, Perda Pemprov Jabar nomor 28/2010 dan UU nomor 32/2008 yang dilakukan PT UMRI," paparnya, Senin (24/6). [caption id="attachment_47771" align="aligncenter" width="470"] Ilustrasi                                                                                                                                Penggalian Pasir Besi di sepanjang Pantai Cianjur, secara manual                              (foto : deni)[/caption] Menurut Evi, sesuai RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Pemprov Jabar, kawasan pantai Garut Selatan sebagai kawasan lindung. Bahkan, sekitar 80 persen luas kawasan Cibalong merupakan kawasan Cagar Alam dan 60 persen kawasan Pantai Santolo, Pameungpeuk sebagai Kawasan Strategi Nasional (KSN). "Adanya penambangan pasir besi berbeda dengan apa yang ada dalam Perda Jabar Nomor 28/2010, pengembangan Jabar Selatan dilakukan terintegrasi, dan terkendali dengan memertimbangkan keberadaan kawasan lindung, terutama kawasan rawan bencana," tegasnya. Berikut beberapa pejabat ayang akan mendapat surat tersebut, Menteri ESDM, Gubernur Jabar, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar, Bupati Garut, dan Ketua DPRD Garut tertanggal 18 Juni 2013. (JAT)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA