Guru Harus Bisa Digugu dan Ditiru

Siapa yang tak kenal sosok Drs Asep Ansor Mujahidin, M.Si. Sejak tahun 1998 hingga kini, pria berkumis yang kini mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Garut. caption id attachment 86451 align aligncente

Guru Harus Bisa Digugu dan Ditiru

Oleh: Bambang Fouristian GARUT,FOKUSJabar.com: Siapa yang tak kenal sosok Drs Asep Ansor Mujahidin, M.Si. Sejak tahun 1998 hingga kini, pria  berkumis yang kini mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Garut. [caption id="attachment_86451" align="aligncenter" width="450"] Drs. Asep Ansor Mujahidin, M.Si.(Foto : Bambang Fouristian)[/caption] Menjadi seorang guru yang profesional kata suami tercinta Ny. Iis Umirawati, S.PdI, merupakan cita-cita sejak kecil. Dimana tujuannya, untuk membawa perubahan positif kearah yang lebih baik sesuai dengan amanat UUD 1945 yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. “ Guru yang profesional harus mampu digugu dan ditiru oleh seluruh anak didik,” ujar ayahanda Rio Fazar RM Ansor, Salsa Raisha Isputri Ansor dan Teorema N. Rahmatunisa Ansor. Keberadaan tenaga pendidik (guru) memang sangat penting di dalam kehidupan masyarakat. Betapa tidak, harus memberikan contoh baik, dituntut memiliki wawasan luas, harus mengetahui hakikat dan dasar pendidikan serta strategi penyampaian materi pelajaran sehingga siswa akan lebih menguasai tujuan pendidikan. Selain itu kata Asep Ansor, berfikir secara filosofis menjadi sangat penting dalam menghadapi kemajuan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) di era globalisasi juga guru harus kreatif serta bersikap terbuka. Karena dedikasinya di bidang pendidikan cukup baik, pria kelahiran Garut, 9 September 1968 ini, dikirim ke Adelaide Australia untuk mengikuti Program Pelatihan Managemen untuk Guru Jawa Barat (Training Management Program for Teachers West Java), 23 Mei 2014 lalu. “ Mengikuti program dalam upaya meningkatkan kualitas kompetensi dan profesional guru, khususnya di Jawa Barat tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebanyak 500 orang peserta bersaing untuk diambil sebanyak 168 orang peserta oleh tim seleksi dari Dinas Pendidikan Jabar,” kata Asep. Menurutnya, Negara Kangguru memang pantas untuk dijadikan tempat tujuan belajar, karena Australia dipandang sukses dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat disana. Sebagai peserta, dia dapat mengukur pencapaian standar pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia dengan penyelenggaraan pendidikan di Australia yang nota bene telah maju. Pengetahuan dan pengalaman tersebut, mampu melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan secara akseleratif. Banyak budaya atau kebiasaan masyarakat Australia yang pantas untuk dicontoh. Diantaranya, budaya tepat waktu (on time), hemat air dan listrik, antri, mencintai lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, pola makan, pergaulan dan bersosial, berlalu lintas, membaca, kegiatan terprogram serta budaya sistem transportasi. Diterangkan Sekretaris MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Matematika Kabupaten Garut, yang paling menarik selama berada di Australia yaitu observasi di Hallet Cove School selama 8 hari. Banyak yang bisa diterapkan yakni, siswa dan guru tidak pernah ada yang kesiangan (on time), Moving Class berjalan dengan baik, selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung tidak terdapat kelas yang kosong. Artinya, jika ada guru yang berhalangan masuk maka digantikan dengan guru lain. Fasilitas sekolah dan KBM sangat lengkap, setiap siswa menggunakan kalkulator dan Laptop. Sekolah bebas dari sampah, semua warga sekolah membuang sampah pada tempatnya. Lalu Ada budaya “ Lunch Box ” yaitu semua warga sekolah terbiasa membawa makanan untuk makan siang dari rumah masing-masing kedalam misting, sehingga mereka tidak jajan ke kantin, dan pihak sekolah menyediakan ruangan untuk makan siang secara bersama-sama antara guru, TU dan siswa. Di Australia, Mata Pelajaran tidak banyak. Disana terdapat program VET (Vocational Education and Training) Course dan tidak terdapat sekolah kejuruan, semuanya Senior Hight School (SMA).(ADR)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA