Gemerlap Sinar Bintang Asgar Masih Berpijar (Bagian III-Habis)

Oleh Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik, Anggota PWI Garut) nbsp Sederet artis lainnya tercatat (alm) Elfa Secioria, Merry Andani, Lady Avisha, Hana Marlina, Renny Sundari, Widi AB Three, Yana Yulio, Deswita Maharani, Gita KDI, Brian Sadela

Gemerlap Sinar Bintang Asgar Masih Berpijar (Bagian III-Habis)

Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik, Anggota PWI Garut)   Sederet artis lainnya tercatat (alm) Elfa Secioria, Merry Andani, Lady Avisha, Hana Marlina, Renny Sundari, Widi AB Three, Yana Yulio, Deswita Maharani, Gita KDI, Brian Sadela, serta Jammie Aditya, pelakon Kabayan di film “Kabayan Jadi Milyuner”. Pamor artis berlatar Garut bersinar lagi dengan sukses Mulan Jameela dari Malangbong, serta Achmad Dani (Cinunuk, Wanaraja). Jauh sebelum sukses mereka, Garut menghangatkan bursa penyanyi cilik atas kehadiran Yeni Resyani (1975). Di kancah penyanyi pop remaja, sebut pula nama Anne Rizana Kosim (1979) dan Yenny Kosim (1983). Mereka terlahir dari keluarga (alm) Kosim Danumiharja, yang kariernya dijejaki Win’s Ayu Koryatie dan Rina Dahoko. Bukan hanya membintang, keartisan Asgar pun tidak kering dari prestasi bergengsi. Pada Festival Film Indonesia (FFI) 1973 Jakarta, Dicky Zulkarnaen meraih Piala Citra untuk Aktor Pendukung Utama Terbaik dari film “Pemberang” karya (alm) Has Manan. Di FFI pertama itu pula, Arman Effendy memboyong Piala Citra - Aktor Harapan Pendatang Baru Terbaik dari film “Mereka Kembali”. Gelar Aktor Terbaik diraih Kusno Soedjarwadi dari film “Rio Anakku” karya (alm) Has Manan, di FFI 1974 Surabaya. Ingat pula Yatie Surachman, yang merebut Piala Mitra di FFI 1980 Semarang, dari film “Perawan Desa” karya (alm) Franky Rorimpandey. Sosok penerus sukses mereka, dibuktikan Epy Kusnandar bergelar Aktor Terpuji dari sinetron “Ngaca Dong” di Festival Film Bandung (FFB) 2006. Dalam FFB 2009, gelar Aktris Terpuji diraih Rieke Diah Pitaloka dari sinetron “Bajay Bajuri”. Sebagai sutradara film, lahir kemudian nama Wawan Hermawan. Pamor artis Asgar kian berkilau dengan sukses (alm) Ryan Hidayat, Paramitha Rusadi, Nena Rosier, Nia Zulkarnaen, Dony Kusuma, Mia Karmelia, Julia Perez serta Dicky Chandra. “Jangan salah, Ambu teh asli ti Garut atuh! Tulen urang Ngamplang, Cilawu..” kata Yeti Syarifah, dengan aksen Sunda-nya yang kental. Artis film ini terlanjur dikenal sebagai pemeran Ambu, dalam lakon “Si Kabayan” tayangan televisi. Memang, lembaga Wi-Asgar (Warga Indonesia – Asal Garut) menggariskan, kriteria “Asgar” diberlakukan pula untuk mereka yang lahir dari keturunan warga Garut. Kecuali itu bagi mereka yang pernah dibesarkan, bertugas, bersuamikan atau beristerikan warga Garut. Karenanya, Rani Permata kelahiran Ciamis pun, terjaring pula ke dalam artis Asgar. Dengan penuh kebanggaan, sang rocker kondang Nicky Astria, membuktikan kecintaan pada kampung leluhurnya. [caption id="attachment_11621" align="aligncenter" width="460"] Potret kenangan Yoyo Dasriyo dan Nicky Astria, selepas promosi album “Jarum Neraka” (1985) di Garut. (Foto: alm. Denny Sabri)[/caption]     [caption id="attachment_11620" align="aligncenter" width="460"] Yoyo Dasriyo, Hana Marlina, Eddie Riwanto dan Elly Subardi, dalam adegan sinetron “Impian Pengantin” pertama karya H Maman Firmansyah (1993). Sinetron ini yang membidani kelahiran karier Rieke Diah Pitaloka.(Foto: alm. Armosad)[/caption]   “Leluhur saya teh asli dari Desa Cinta, Kecamatan Sukawening! Jadi saya juga Asgar...” katanya. Jangan lupakan nama kelompok band Panbers, yang berjaya di pentas grup band dekade 1970-an. Dalam perjumpaan di Bogor, (alm) Hans Panbers, pernah mengaku lahir di Garut, saat keluarga mereka bermukim di Jalan Bank. Hans lahir di sebuah rumah, yang kini jadi areal aula BRI Cabang Garut. Itu asset keartisan Asgar, yang masih berpijar dengan sederet generasi barunya. Di antara sejumkah bintang Asgar, tercatat beberapa nama yang merintis karier di kampung halamannya, seperti (alm) Arman Effendy, Hana Marlina, Rani Soraya, Rieke Diah Pitaloka, Yessy Gasela, Lady Avisha serta Evy Kusnandar. Selebihnya, bintang Asgar membesarkan kariernya di luar Garut. Harga yang pantas, kalau kekuatan historis dan potensi keartisan berdarah Garut itu, turut melatari Garut sebagai kota pelopor pendirian DPC Parfi Garut. Organisasi profesi keartisan tingkat kabupaten pertama di Jawa Barat. Seberapa besar kepedulian bintang Asgar, atas organisasi keartisan itu? (**)      

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA