FMMC Kecewa, Satpol PP: Penutupan PT. Kydo Indonesia Harus Prosedural

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Garut melalui Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda), Pedrico Fernandez mengaku telah meninjau lokasi pembangunan pabrik Garment milik PT. Kydo Indoensia yang berlokasi di Kampung Congkang, Desa Sindangsuk

FMMC Kecewa, Satpol PP: Penutupan PT. Kydo Indonesia Harus Prosedural

GARUT, FOKUSJabar.com : Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Garut melalui Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda), Pedrico Fernandez mengaku telah meninjau lokasi pembangunan pabrik Garment milik PT. Kydo Indoensia yang berlokasi di Kampung Congkang, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Rabu (7/9/2016) kemarin. [caption id="attachment_228786" align="alignnone" width="1280"] Proyek Pabrik garment PT. Kydo Indonesia (Foto. Bambang)[/caption] “ Di lokasi pembangunan, kami hanya bertemu dengan sejumlah pekerja yang tengah beraktivitas,” sebut Pedriko, Kamis (8/9/2016). Menurutnya, aktivitas PT. Kydo Indonesia hanya berbekal/mengantongi rekomendasi yang dikeluarkan pihak Pemerintah Kecamatan Cibatu dan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Garut. Pihaknya berjanji, akan segera melayangkan surat teguran pertama kepada pihak PT. Kydo Indonesia sebagai langkah awal Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum dilakukan penutupan. " Sebelum dilakukan penutupan, kami mesti menempuh beberapa mekanisme. Diantaranya, mengeluarkan surat teguran dan memanggil pihak pengusaha,” jelas Pedriko. Diberitakan FOKUSJabar.com sebelumnya, masyarakat Kecamatan Cibatu yang tergabung dalam Forum Musyawarah Masyarakat Cibatu (FMMC) menyangkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yang tidak punya nyali melakukan penutupan terhadap aktivitas pembangunan pabrik Garment milik PT Kydo Indonesia. Seperti diketahui, pabrik Garment tersebut berlokasi di Kampung Congkang, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Rabu (7/9/2016) kemarin ditinjau langsung penegak Peraturan Daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). " Kami heran kenapa Satpol PP hanya melakukan peninjauan saja, padahal sudah jelas DPRD Garut merekomendasikan untuk menutup sementara aktivitas pembangunan tersebut,” sebut tokoh masyarakat Kecamatan Cibatu, Uu Amarulloh, Kamis (8/9/2016). (Bam’s)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA