Elektabilitas Heryawan-Deddy Tak Terganggu Kasus Daging Impor

Mencuatnya kasus suap daging sapi impor yang menyeret nama Luthfi Hasan Ishaaq mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai tersangka, diyakini tak akan mengurangi elektabilitas pasangan calon nomor urut 4 Ahmad Heryawan Deddy Mizwar yang diu

Elektabilitas Heryawan-Deddy Tak Terganggu Kasus Daging Impor

Oleh : Agus Somantri GARUT,FOKUSJabar.com : Mencuatnya kasus suap daging sapi impor yang menyeret nama Luthfi Hasan Ishaaq mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai tersangka, diyakini tak akan mengurangi elektabilitas pasangan calon nomor urut 4 Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dalam Pemilihan Kepala daerah (Pemilukada) Jawa barat yang akan diselenggarakan pada 24 Februari mendatang. Menurut Deddy Mizwar, kasus tersebut tidak akan membawa pengaruh dan berdampak pada pencalonannya. Sebab menurutnya, masyarakat sekarang ini sudah pandai dalam memilih figur. [caption id="attachment_26456" align="aligncenter" width="460"] Calon Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar saat kampanye di Garut(Foto: Agus Somantri)[/caption]   "Karena dalam pemilukada ini sifatnya figur. Pada saatnya nanti, masyarakat akan memilih figur. Partai telah kita sepakati hanya sebagai kendaraan politik saja," ujarnya saat ditemui di sela-sela kampanye yang dilakukannya di Pasar samarang, Kabupaten Garut, Selasa, (12/2). Selama ini pihaknya tidak memiliki strategi khusus untuk meningkatkan elektabilitas. Namun, dirinya  merasa optimis bahwa figurnya dan juga pasangannya, Ahmad Heryawan masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat jawa Barat. "Tidak ada strategi khusus, yang penting caranya baik," ujarnya. Dalam kunjungannya tersebut, Deddy pun sempat menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi pasar tradisional di Jawa barat. Dia memandang buruknya insfratuktur penunjang, menjadi salah satu faktor penyebab pasar tradisional yang ada di Jawa Barat tidak akan pernah bisa bersaing dengan pasar modern. "Bagaimana mau bisa bersaing, bila kondisinya saja seperti ini. Namun bukan hanya di Garut, buruknya insfratruktur penunjang pasar juga terjadi hampir diseluruh pasar lainnya di Jawa Barat. Akibatnya, kenyamanan bagi para pengunjung pun menjadi terganggu," ungkapnya. Untuk itu, Deddy pun menjanjikan program Rp4 Triliun dari program insfratruktur pedesaan untuk merehabilitasi pasar tradisional di seluruh Jawa Barat. Sebab bagaimanapun, menurutnya, pasar tradisional merupakan bagian penting dalam kehidupan perekonomian masyarakat. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA