DPD APPSI Garut: Keberpihakkan Anggaran dan Subsidi Harga Kios Solusi Permasalahan Pasar Limbangan

Revitalisasi Pasar Limbangan, Kabupaten Garut telah rampung. Sayangnya, pihak pengembang (PT. Elva Primandiri) masih membuat konflik dengan para pedagang pasar yang tergabung pada Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) yang bersikukuh menolak pindah ke

DPD APPSI Garut: Keberpihakkan Anggaran dan Subsidi Harga Kios Solusi Permasalahan Pasar Limbangan

GARUT, FOKUSJabar.com : Revitalisasi Pasar Limbangan, Kabupaten Garut telah rampung. Sayangnya, pihak pengembang (PT. Elva Primandiri) masih membuat konflik dengan para pedagang pasar yang tergabung pada Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) yang bersikukuh menolak pindah ke lokasi pasar yang baru selesai dibangun. Kamis (21/4/2016), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindag PP) merelokasi para pedagang dari pasar darurat ke tempat baru. Alasannya lantaran masih banyaknya pedagang yang belum terdata dan belum memiliki kios. " Bagaimana mau pindah, sementara masih banyak pedagang yang belum terdata dan juga belum punya hak kepemilikan kios. Terlebih, belum ada kesepakatan harga kios," ujarnya. Terkait hal itu, Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Garut melalui Sekretarisnya, Yudi Setia Kurniawan mengusulkan, kedepannya dalam pembangunan pasar harus ada standar harga kios yang ditentukan oleh tim independen. Hal itu untuk menjaga netralitas penetapan harga. " Pada revitalisasi pasar, Pemkab Garut mesti membentuk tim Appraisal untuk menetapkan harga kios. Artinya, harga kios pasar itu bukan mutlak hak pengembang saja,” harap Yudi, Kamis (21/4/2016). Pihaknya juga mengetahui, Pemkab memiliki standar Bangkim yang menetapkan standarisasi satuan harga kios per meter2. Sayangnya, standarisasi tersebut jarang dijalankan oleh pihak pengembang. Menurut Yudi, polemik Pasar Limbangan harus menjadi contoh kedepanya. Selain itu, keberpihakkan anggaran dan subsidi harga kios menjadi solusi bagi permasalahan yang tengah terjadi di Pasar Limbangan. “ Kami rasa, solusi keberpihakan anggaran dan subsidi harga kios bisa menjadi jalan tengah untuk menyelesaikan permasalahan saat ini di Pasar Limbangan,” pungkas Yudi. (Bam’s)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA