Dolar Naik, Harga Pakan Ternak Melejit dan Telur Itik Sulit Dicari

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD hingga mencapai Rp 14 ribu, menyebabkan harga pakan ternak melejit. Bahkan di Kabupaten Garut telur itik yang berkualitas tinggi sudah sulit untuk dicari. Sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan FOKUSJabar, kuran

Dolar Naik, Harga Pakan Ternak Melejit dan Telur Itik Sulit Dicari

GARUT, FOKUSJabar.com: Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD hingga mencapai Rp 14 ribu, menyebabkan harga pakan ternak melejit. Bahkan di Kabupaten Garut telur itik yang berkualitas tinggi sudah sulit untuk dicari. Sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan FOKUSJabar, kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat juga salah satu penyebab sulitnya berkembang dan nyaris gulung tikar. [caption id="attachment_165838" align="aligncenter" width="360"] Rajana Endog Asin (foto : Bambang)[/caption] Hal tersebut dibenarkan pengusaha telur asin yang berlokasi di Kampung Babakan Selaawi, RT02/03, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Jalan Raya Cipanas (belakang No48) Gang Al-Falah Garut, Asep Imam Susanto. Menurutnya, kini telur Bebek sulit dicari. Konon penyebabnya lantaran harga pakan ternak tinggi sehingga menyebabkan Bebek tidak bertelur. “ Bisnis telur asin bakar, kukus dan rebus berlabel Rajana Endog Asin yang ditekuni setahun yang lalu ini kini tak lagi berproduksi,” kata Asep Imam, Senin (21/9/2015). Dikatakannya, seluruh konsumen yang berada di wilayah Garut, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor dan Jakarta nyaris setiap hari melalui sambungan telepon meminta kembali dikirim. Sayangnya, permintaan tersebut tak bisa terpenuhi karena telur itik berkualitas susah didapat. “ Saya berharap pemerintah segera mengantisipasi mahalnya harga pakan ternak agar para pengusaha kecil dan menengah bisa kembali menjalankan usahanya,” pinta Asep Imam. (**) (Bambang Fouristian/Galih)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA