Dolar Melejit, Produsen Bata Garut Menjerit

Terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar berdampak buruk terhadap para pengusaha kecil dan menengah di wilayah Kabupaten Garut. caption id attachment 165683 align aligncenter width 740 Lio (tempat pembakaran batu bata) milik Dede Saefudin

Dolar Melejit, Produsen Bata Garut Menjerit

GARUT, FOKUSJabar.com: Terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar berdampak buruk terhadap para pengusaha kecil dan menengah di wilayah Kabupaten Garut. [caption id="attachment_165683" align="aligncenter" width="740"] Lio (tempat pembakaran batu bata) milik Dede Saefudin (Foto: Bambang F)[/caption] Salah satunya dirasakan langsung para produsen batu bata (pres) di Kampung Peer Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut Jabar. Dari 170 orang pengusaha, kini menyisakan 70 pengusaha saja yang masih bisa bertahan. Hal itu dibenarkan salah seorang pengusaha bata pres setempat, Dede Saefudin. Menurut dia, kondisi yang dialaminya  tersebut sejak setahun yang lalu. “ Biaya produksi antara Rp400 hingga Rp450 per biji, tidak seimbang dengan penjualan. Itu semua dipicu nilai dollar yang terus merangkak naik,” kata Dede saat ditemui di Lio miliknya di Kampung Peer Desa Linggamukti, Minggu (20/9/2015). Dia juga mengaku, usaha yang digelutinya itu merugi hingga Rp70 juta pasca pergantian presiden. “ Kenapa saya masih mempertahankan usaha ini, karena masih memiliki sisa sewa lahan Lio. Ketimbang mubazir lebih baik dimanfaatkan saja kendati hasilnya rugi,” pungkas Dede Saefudin.(**) (Bambang Fouristian/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA