Disparekkraf Belum Jelas Kelola Gedung Kesenian

Siapa pengelola Gedung Kesenian Ciamis belum ada kepastian yang jelas, karena Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Ciamis belum mengetahui secara pasti pihaknya akan ditugaskan sebagai pengelola. Memang wacana Disparekraf akan

Disparekkraf Belum Jelas Kelola Gedung Kesenian

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Siapa pengelola Gedung Kesenian Ciamis belum ada kepastian yang jelas, karena Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Ciamis belum mengetahui secara pasti pihaknya akan ditugaskan sebagai pengelola. “Memang wacana Disparekraf akan mengelola Gedung Kesenian itu sudah ada, bahkan kami sudah diinstruksikan agar melakukan berbagai persiapan terkait pengelolaannya. Tapi itu hanya instruksi atau perintah dari Pa Kadis untuk bersiap-siap menerima, secara resmi tertulis belum ada,” kata Dedi Supriadi, Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Destinasi pada Disparekraf Kabupaten Ciamis, Jumat (19/02/2016). Dijelaskan Dedi, untuk mengelola aset berupa Gedung Kesenian itu tidak mudah, apalagi jika dibebankan target Pendapatan Asli Daerah (PDA), karena harus jelas perencanaannya, secara teknis seperti apa, petugasnya dan juga biaya pemeliharaannya. “Kami baru merancang siapa yang akan bertugas, dibutuhkan berapa orang dan dari mana anggarannya. Itu pun baru tahap persiapan jika benar Disparekraf yang akan mengelolanya,” kata Dedi. Dedi mengakui, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Ciptakarya yang menangani masalah pembangunan Gedung Kesenian, namun belum ada kapastian kapan akan diserahkan atau dilimpahkan untuk dikelola. Sementara biaya pemeliharaan dipastikan harus ada, baik itu untuk kebersihan atau pun untuk bayar listrik dan sebagaimnya. “Jadi belum ada kepastian kami yang akan mengelola, kami juga tidak tahu dari mana anggaran untuk bayar listriknya sementara lampu papan nama setiap malam terus menyala,” katanya. Menurut Dedi, jika pun nantinya benar pengelolaannya dilimpahkan ke Disparekraf, tentu pihaknya juga akan melakukan berbagai studi banding ke beberapa daerah yang memiliki Gedung Kesenian, mulai dari bagaimana sistem pengelolaannya sampai ke berapa tarif ideal yang akan dikenakan kepada penyewa. Selain itu juga, tambah Dedi, pihaknya akan memastikan dulu status peruntukan gedung tersebut, khusus untuk kesenian, kesenian seperti apa? atau bisa dikategorikan gedung serba guna. Karena akan berimbas kepada tarif yang nantinya akan diberlakukan. (Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA