Diky Chandra: Apapun Resikonya, Saya Tetap Maju di Pilkada Kota Tasikmalaya

Kandidat Bakal Calon (Balon) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra mengaku banyak menerima desakan dari sejumlah pengusaha setempat agar dia mundur dari pencalonannya di Pilwakot Tasikmalaya 2017 mendatang. Saya tidak akan pernah mundur dari pencalona

Diky Chandra: Apapun Resikonya, Saya Tetap Maju di Pilkada Kota Tasikmalaya

BOGOR, FOKUSJabar.com: Kandidat Bakal Calon (Balon) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra mengaku banyak menerima desakan dari sejumlah pengusaha setempat agar dia mundur dari pencalonannya di Pilwakot Tasikmalaya 2017 mendatang. “ Saya tidak akan pernah mundur dari pencalonan Wali Kota Tasikmalaya,” tegas Diky saat ditemui FOKUSJabar.com di rumahnya, Perum Duta Mekar Asri, Blok Q1, No5, RT5/15, Kelurahan Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (11/8/2016). Menurut politikus, pelawak, Master of Ceremony (MC), sutradara, penulis naskah (skenario) sekaligus aktor dalam dunia hiburan di Indonesia yang satu ini menegaskan, tidak akan mundur dari pencalonan. Apapun yang terjadi. Memang dalam sebuah film/sinetron lanjut Diky, dirinya kerap mundur dari posisi jabatannya karena bertenatangan dengan nurani. Semisal pada film yang berjudul Misteri Sebuah Guci dan pada acara di salah satu televisi swasta yang saat itu selaku pengatur laku (sutradara). Ditengah acara berjalan berubah konsep dimana para artis mesti mengenakan pakaian seronok. Selain itu, Diky juga diminta jadi pemain tetap sebuah program dimana konsepnya harus bicara agak vulgar (komedi bebas) dan membuka aib orang lain, lagi dirinya mengundurkan diri dari program tersebut. “ Bagi saya, acara semacam itu tidak memberikan tuntunan, malah mengajarkan ettitude yang buruk. Kalau capaiannya hanya mengejar "uang," mungkin kami sudah kaya,” sebut suami Line Produser FTV Hidayah Untuk Suami Tercinta, Ny. Rani Permata. Berbeda dengan pencalonan dirinya di Pilkada Kota Tasikmalaya, apapun resikonya tetap bakal maju sebagai kandidat. Alasannya, karena maju sebagai Wali Kota. Artinya, tidak ada yang bakal mengatur mesti berbuat yang tidak sesuai dengan nurani. “ Waktu itu, saya mundur dari jabatan Wakil Bupati Garut karena tidak sepaham dengan pimpinan,” tegas komedian kawakan yang ingin mendapat rejeki halal dan berkah ini blak-blakan. (Bam’s)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA