Di Sekolah Ini Pembuang Sampah Sembarangan Kena Tilang

GARUT, FOKUSJABAR.com Untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekolah, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Garut, memberlakukan peraturan sanksi tilang dan denda Rp 10ribu bagi siswa yang membuang sampah sembarangan. Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Jo

Di Sekolah Ini Pembuang Sampah Sembarangan Kena Tilang

GARUT, FOKUSJABAR.com: Untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekolah, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Garut, memberlakukan peraturan sanksi tilang dan denda Rp 10ribu bagi siswa yang membuang sampah sembarangan. Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin menyatakan bahwa selain menjaga sekolah tetap bersih juga menanamkan kedisiplinan bagi seluruh siswa baik di sekolah, maupun dilingkungan rumah masing agar tak membuang sampah sembarangan. [caption id="attachment_164042" align="aligncenter" width="735"] Siswi sedang membuang sampah pada tempatnya (Foto : Tasdik)[/caption] " Dengan aturan ini, alhamdulillah 95% siswa kami sudah taat membuang sampah tidak sembarangan, " ujarnya, Selasa (15/9/2015) kepada wartawan. Selain memberikan sanksi perorangan, pihaknya juga memberikan denda bagi kelas terkotor Rp 50ribu dan memberikan hadiah bagi kelas terbersih Rp 500ribu yang dihitung tiap tiga bulan sekali. [caption id="attachment_164043" align="aligncenter" width="735"] Salah seorang staf di SMKN Garut yang memperlihatkan perjanjian untuk membuang sampah pada tempatnya (Foto : Tasdik)[/caption] " Sanksi dan denda itu kami tuangkan dalam perjanjian yang disepakati oleh seluruh siswa dan wali kelas masing-masing, " ungkap Dadang. Sementara itu salah seorang siswi SMKN 1 Garut, Sani, menyatakan bahwa dirinya sudah mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya, sejak masuk sekolah perjanjian tersebut sudah ditawarkan kepada siswa. " Kalau teman-teman saya ada yang pernah kena tilang dan harus membayar Rp 10ribu, kalau saya belum pernah, " ucapnya. Umumnya para siswa mengaku tak keberatan dengan peraturan tilang bagi siswa-siswi yang membuang sampah sembarang. " Kami tidak keberatan karena ini demi kepentingan kita bersama, " pungkas Sani. (Tasdik/Galih)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA