Di Banjar 1112 Karinding Berbunyi, di Ciamis 843 Orang Menari Ronggeng

CIAMIS,FOKUSjabar Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat sejarah pemecahan rekor di daerah perbatasan Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis dengan dua rekor sekaligus. Di Kecamatan Langensari Kota Banjar 1112 warga memainkan alat musik karinding secara bers

Di Banjar 1112 Karinding Berbunyi, di Ciamis 843 Orang Menari Ronggeng

CIAMIS,FOKUSjabar : Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat sejarah pemecahan rekor di daerah perbatasan Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis dengan dua rekor sekaligus. Di Kecamatan Langensari Kota Banjar 1112 warga memainkan alat musik karinding secara bersamaan, sementara di Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis sedikitnya 843 orang menari ronggeng gunung secara bersamaan. Keduanya berhasil memecah rekor Muri tahun ini. [caption id="attachment_165769" align="aligncenter" width="638"] 843 warga dan TNI menari ronggeng gunung bersama-sama di Lakbok Ciamis dan berhasil pecahkan rekor MURI. Minggu (20/09/2015).[/caption] Sebelumnya pada tahun 2014 Muri mencatat 1064 karinding dimainkan di Bandung, sementara di Ciamis memecah rekor pertama penari ronggeng gunung terbanyak. Pemecahan rekor yang diprakarsai Korem 062 Tarumanegara dan Kodim 0613 Ciamis ini didukung penuh berbagai elemen masyarakat dari Kota Banjar, Kabupaten Ciamis bahkan Kabupaten Pangandaran. Tak hanya warga setempat, sejumlah komuntas kariding yang berasal dari Tasikmalaya, Cianjur, Garut dan Bandung turut terlibat memeriahkan acara tersebut. [caption id="attachment_165770" align="aligncenter" width="638"] 1112 alat musik tradisional asal Ciamis dimainkan di Kecamatan Langensari Kota Banjar dan berhasil memecah rekor Muri, Minggu (20/09/2015)[/caption] Aip Saefudin koordinator Komunitas Seni Karuhun mengaku bangga sekali bisa memecahkan rekor dan mencatatkan Karinding dari Ciamis ke Muri. "Ini juga berkat bantuan TNI, pemerintah tiga kabupaten dan kota kemudian siswa dari mulai SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi, yang membatu mensukseskan gelaran ini," kata Aip. Lanjut Aip, gagasan ini sebetulnya memang gagasan dari TNI yang ingin mengembangkan mengenalkan seni budaya sunda yang kini kurang dikenal oleh anak-anak terutama pelajar, padahal disisi lain karinding ini banyak terdapat filososif yang bisa di pelajari. "Salah satu fungsi dari karinding adalah pengusir hama tanaman padi di samping alat permianan musik, dan hal ini hanya harus diperkenalkan pada masyarakat agar tidak punah hanya meninggalkan nama," ucap dia. Kedepan untuk mengenalkan seni karinding dirinya akan membentuk komunitas di Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Pangandaran. "Saat ini ada sekitar 600 orang yang ikut pada komunitas karinding, namun kami tidak puas begitu saja saya akan terus kembangkan lagi," ujar dia. Bukan hanya itu kata Aip pihaknya juga akan memeperkuat ronggeng gunung khas Ciamis ini tiga daerah termasuk Banjar dan Pangandaran. Pasalnya ronggeng ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Galuh dan tiga daerah itu masih bagian dari Tatar Galuh. "Maka kami berkeiningan ketiga daerah ini sama-sama mengembangkan kesenian dari Galuh, terlapas dari saat ini menjadi pemerintahan yang berbeda tapi kita harus lihat sejarah bahwa Banjar, Ciamis Pangandaran adalah Galuh," ucap dia. Danrem 062 Tarumanega Kolonel Inf Sudarmadi menjelaskan, pihaknya mengagas acara tersbeut karena keprihatinan melihat generasi bangsa yang lupa akan kesnian daerahnya sendiri. Maka dengan gelaran yang berbarengan dnegan panen raya ini Korem 062 Tarumanegara mengenalkan kesenian asli dari Galuh kepada masyarakt luas dengan ditampilkan secara masal. "Saya prihatin dengan kondisi sekarang ini meskipun saya orang jawa tapi saya ingin mengenalkan budaya sunda pada masyarakat," ujarnya. Menurut dia, kenapa memilih ronggeng gunung dan karinding karena kedua kesenian ini umurnya sudah tua dan nyaris punah, dan tidak dikenal oleh masyarakat. Mungkin kedepan kata dia dirinya juga akan menggelar seni lain dengan cara masal. "Kalau permainan kendang dan suling saya sudah yakin semua orang tau tapi kalau karinding dan ronggeng gunung masih ada yang tidak tahu," kata dia. Sudarmadi berharap, jangan sampai disini saja tapi masyarakat harus terus mengembangakan kesenian budaya mulai dari sekarang. "Saya tidik kesenian budaya apapun tergerus oleh jaman, kami selaku TNI akan membatu mempertahkan seni dan budaya agar tidak di curi negara lain," tutur dia. (AA/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA