Denpom III/2 Garut Tahan Oknum Aparat Pembunuh Ibu dan Anak

MA (23) oknum aparat yang bertugas pada salah satu satuan TNI di Kabupaten Garut diamankan di markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) III 2 Garut. Oknum prajurit TNI berpangkat Prajurit Dua (Prada) ini diamankan setelah ditetapkan menjadi tersangka pemb

Denpom III/2 Garut Tahan Oknum Aparat Pembunuh Ibu dan Anak

Oleh : Agus Somantri GARUT, FOKUSJabar.com : MA (23) oknum aparat yang bertugas pada salah satu satuan TNI di Kabupaten Garut diamankan di markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/2 Garut. Oknum prajurit TNI berpangkat Prajurit Dua (Prada) ini diamankan setelah ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan terhadap seorang ibu dan anaknya yang tengah dalam keadaan hamil. Sebelumnya, Senin (11/2) petang kemarin, warga Kampung Panagan, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, dikejutkan dengan ditemukannya dua sosok wanita yang diduga telah menjadi korban pembunuhan. [caption id="attachment_26447" align="aligncenter" width="460"] Dandenpom III/2 Garut, Letkol CPM Suparno(Foto: Agus Somantri)[/caption] Keduanya ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan dengan puluhan luka tusukan. Dua orang perempuan ini merupakan seorang ibu dan anak perempuannya yang sedang dalam keadaan hamil tua. Perempuan yang tengah hamil tua ini bernama Sinta Mustika (19), seorang mahasiswi STIKES Karsa Husada asal Kampung Saroja RT 2 RW 3, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong,Kabupaten Garut. Sedangkan, satu perempuan lainnya yang ditemukan tewas di lokasi tanpa kartu identitas, kemudian diketahui sebagai ibu Sinta bernama Onah Popon (39). Onah Popon, sang ibu ditemukan tewas dilokasi kejadian dengan 12 luka tusukan ditubuhnya. Sedangkan, Sinta mendapatkan 18 luka tusukan, diataranya di dada, leher, pundak, dan tangan. Dua tusukan diantaranya menggugurkan janin yang tengah dikandungnya. Karena terlalu banyak kehilangan darah, Sinta pun akhirnya meninggal di perjalanan saat akan dilarikan ke Puskesmas Cikajang. Sementara, Komandan Denpom III/2 Garut, Letkol CPM Suparno, mengatakan pihaknya telah melakukan penyidikan terhadap kasus pembunuhan ini. Menurutnya, saat ini pihaknya baru memeriksa satu saksi, yakni seorang tukang ojek yang sesaat sebelum kejadian melihat tersangka membonceng kedua orang yang menjadi korban pembunuhan tersebut  . "Ini baru tahap awal. saat ini, kondisi tersangka masih belum stabil.kami masih nasihati dia dan memberi emahaman, biar dia tenang dulu. Namun. tersangka sudah kami tahan," ujarnya saat ditemui FOKUSJABAR.COM di markas Denpom III/2 Garut, jalan Veteran, Selasa (12/2). Menurutnya, jika terbukti bersalah, maka tersangka akan diadili di pengadilan militer. Denpom Garut pun telah menerima sejumlah alat bukti yang diserahkan Polres Garut, diantaranya sebuah sepeda motor milik korban, dua buah helm, dua buah telpon genggam, sebuah tas, sebuah sangkur, dan baju dinas milik tersangka. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA