Dede Yusuf Bilang Dati II di Jabar harus Dimekarkan

Pelayanan publik di Jawa Barat belum begitu optimal karena tidak sebandingnya antara jumlah kabupaten dan kota yang ada dengan banyaknya jumlah penduduk di Jawa Barat. Menurut Calon Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, secara teknis tidak optimalnya pelayan

Dede Yusuf Bilang Dati II di Jabar harus Dimekarkan

Oleh : Agus Somantri GARUT, FOKUSJabar.com : Pelayanan publik di Jawa Barat belum begitu optimal karena tidak sebandingnya antara jumlah kabupaten dan kota yang ada dengan banyaknya jumlah penduduk di Jawa Barat. Menurut Calon Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, secara teknis tidak optimalnya pelayanan tersebut akibat dari berjauhannya jarak antara pemukiman penduduk yang ada di pelosok dengan letak pusat pemerintahan. Menurutnya, sebuah kabupaten atau kota idealnya memiliki jumlah penduduk antara 1 juta hingga 1,5 juta saja. [caption id="attachment_26111" align="aligncenter" width="460"] Calon Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf saat melakukan kampanye di pusat pertokoan Garut Plaza(Foto: Agus Somantri)[/caption]   "Namun di Jawa Barat, jumlah penduduk per kabupaten atau kota rata-rata mencapai 2 juta hingga 5 juta jiwa. Inilah yang menyebabkan tidak optimalnya pelayanan terhadap publik di setiap kabupaten atau kota, termasuk di Kabupaten Garut," ujar Dede saat melakukan kampanye di kabupaten Garut, Senin (11/2). Seharusnya Jawa Barat memiliki jumlah kabupaten atau kota lebih banyak lagi dari yang ada saat ini yang hanya terdiri atas 18 kabupaten dan 7 kota saja. Maka tak heran bila saat ini Jawa Barat disebut-sebut sebagai provinsi dengan jumlah penduduk paling padat di Indonesia. "Pemekaran wilayah ada di daerah tingkat dua atau wilayah kabupaten/kota. Jadi bukan provinsinya yang dimekarkan," jelasnya. Sebenarnya pemekaran wilayah di Jawa Barat telah dirancang pada era 80-an. Berdasarkan rancangan tersebut, terdapat sejumlah kabupaten/kota yang harus dimekarkan. "Diantaranya, Bogor Barat, Sukabumi Utara, Cirebon Timur, Indramayu Barat, Cianjur Selatan, Garut Selatan, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Cikarang," ujarnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA