Bakar Kemenyan, Wakil Wali Kota Banjar Dipanggil Seperti 'Hantu'

Ratusan masssa Forum Gabungan LSM dan Ormas se Kota Banjar Jawa Barat yang berdemo di halaman Kantor Wali Kota Banjar, Rabu (10 08 2016) mendesak Waki Wali Kota Banjar drg. Darmadji secara jantan hadir di tengah tengah mereka mempertanggungjawabkan perny

Bakar Kemenyan, Wakil Wali Kota Banjar Dipanggil Seperti 'Hantu'

BANJAR, FOKUSJabar.com: Ratusan masssa Forum Gabungan LSM dan Ormas se Kota Banjar Jawa Barat yang berdemo di halaman Kantor Wali Kota Banjar, Rabu (10/08/2016) mendesak Waki Wali Kota Banjar drg. Darmadji secara jantan hadir di tengah-tengah mereka mempertanggungjawabkan pernyataannya yang menyudutkan Ormas dan LSM. [caption id="attachment_228697" align="aligncenter" width="638"] Ratusan massa Forum Gabungan Ormas dan LSM se Kota Banjar mendemo Waki Wali Kota Banjar Darmadji, Rabu (10/08/2106). foto:Boip/fokusjabar.com.[/caption] Proses mediasi antara pihak massa dengan kepolisian berlangsung tegang, meminta Wakil Walikota Banjar untuk keluar dari kantornya tidak menuai hasil. Darmadji tidak kunjung menampakan diri. Sementara massa dan aparat kepolisian semakin memanas dengan aksi saling dorong. Akhirnya, demonstran pun melakukan ritual membakar kemenyan untuk memancing Darmadji keluar, seperti layaknya ritual pemanggilan hantu atau makhluk halus. Sekitaran halaman Kantor Wali Kota Banjar pun akhirnya cemar oleh bau kemenyan yang menyengat. Akhirnya tim negosiator dari Polres Banjar dan Pemkot Banjar mencoba menghadirkan Wakil Wali Kota Banjar sebagai target ratusan massa tersebut. Namun tetap yang hadir adalah Asda I dan II sebagai wakil dari Pemeintahan Kota. Dengan berbicara prosedur ketentuan pemerintah, mereka terus mencoba berdialog dengan perwakilan massa itu. Tapi, karena target bukan asisten daerah melaikan sang wakil kepala daerah di Banjar pun, proses negosiasi tetap gagal. Berkali-kali massa yang terdiri dari LSM GMBI, GERAM, BBC Buah Batu, Wamasindo, GSP Bersatu, LKRI, Brigez, Banjar Bersatu ini, terus memanggil Wakil Walikota Banjar, untuk keluar, dengan tetap berorasi, di tengah asap kemenyan yang terus mengepul dan baunya menyebar. Negosiator berhasil memperbolehkan perwakilan ormas untuk masuk ke kantor Wali Kota Banjar. Lagi-lagi, mereka dihadapkan dengan Asda I dan II. Meski sidikit kecewa, mereka terpaksa dan menyampaikan aspirasinya, kesepakatan, pemkot Banjar bersedia menampung aspirasi. “Apabila aksi kedua nanti dengan massa yang lebih banyak bapak Wakil Wali Kota Banjar, tidak dapat hadir, maka kami akan datang dengan kekuatan massa yang lebih besar lagi bahkan se-Indonesia kami akan undang. Kami datang bukan maksud untuk menggulingkannya, tapi kami datang berdasarkan amanah peraturan perundang-undangan, sebagai sosial kontrol,” kata Ketua GMBI Distrik Banjar, Nessa. (BOIP/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA