Antisipasi Banjir Bandang,Tiga Anak Sungai Cimanuk Garut Akan Ditembok

Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut akan mengajukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di pinggiran anak anak sungai Cimanuk. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi serta upaya pencegahan banjir bandang di pusat perko

Antisipasi Banjir Bandang,Tiga Anak Sungai Cimanuk Garut Akan Ditembok

Oleh : Agus Somantri GARUT, FOKUSJabar.com : Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut akan mengajukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di pinggiran anak-anak sungai Cimanuk. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi serta upaya pencegahan banjir bandang di pusat perkotaan Kabupaten Garut. [caption id="attachment_20685" align="aligncenter" width="460"] Ir. Uu Sarpudin, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut(Foto: Agus Somantri)[/caption]   Menurut Kepala SDAP Kabupaten Garut, Uu Saepudin, pembangunan TPT tersebut rencananya akan dilakukan di pinggiran tiga anak sungai Cimanuk, yakni Sungai Cipeujeuh, Sungai Cimaragas, dan beberapa kawasan di Kampung Cimacan. "Sebenarnya dengan dibangunnya TPT akan menghambat aliran air dari daratan ke sungai. Namun, untuk mencegah terjadinya kembali banjir bandang di tiga titik lokasi tersebut, kami akan tetap mengajukannya," ujar Uu saat ditemui FOKUSJABAR.COM di ruang kerjanya, Jumat (8/2). Dikatakannya, sebagian dari tiga anak sungai Cimanuk tersebut berada dibawah kewenangan SDAP Kabupaten Garut. Namun, terdapat juga wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Untuk itu, pihaknya akan mengajukan juga pembangunan TPT ini kepada pemerintah pusat sebesar Rp6 miliar. Di kawasan perkotaan, seperti Kecamatan Garut Kota, Karangpawitan, dan Tarogong Kidul, anak-anak sungai ini telah mengalami pendangkalan dan penyempitan dan penumpukan sampah rumah tangga. "Banjir bandang sekarang merata. Selain di kawasan kota, juga terjadi di pelosok. Khususnya di pelosok penyebabnya karena pendangkalan sungai dan alih fungsikan menjadi lahan," jelas Uu. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA