Amien Rais : Pemimpin Berintegritas Sulit Dicari

Pemimpin yang punya integritas saat ini susah dicari. Bahkan, Amerika pun mengalami kesulitan mencari sosok pemimpin seperti itu apalagi Indonesia. Demikian dikatakan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais saat menjadi pembicara di kampus UNIGAL (Universitas Ne

Amien Rais : Pemimpin Berintegritas Sulit Dicari

Oleh: Deni Hamdani CIAMIS, FOKUSJabar.com: Pemimpin yang punya integritas saat ini susah dicari. Bahkan, Amerika pun mengalami kesulitan mencari sosok pemimpin seperti itu apalagi Indonesia. Demikian dikatakan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais saat menjadi pembicara di kampus UNIGAL (Universitas Negeri Galuh) Ciamis, Sabtu (13/4). Dia menilai, Indonesia baru memiliki tiga tokoh pemimpin yang disepakati punya integritas yakni, Jendral Soedirman, Moch. Hatta dan M. Nasir. "Pemimpin yang punya integritas, mereka memiliki keberanian moril, keberanian menegakan keadilan hukum dan orang yang paling depan saat menghadapi masalah dan terakhir memetik hasilnya setelah bangsanya," kata Amin. Selain itu, media massa pun memiliki peran penting untuk menjadiakan dan menghancurkan seorang pemimpin. Seperti yang dialami  Presiden Filipina, Joseph Estrada menang karena media gencar menggulirkan opini yang menguntungkannya, namun hanya dua tahun bertahan dan harus lengser oleh media juga. "Kebiasaan saat jadi artis masih terbawa oleh Estrada, seperti kumpul bersama teman-teman wanita dan minum alkohol, hal itu menjadi pemberitaan media massa, jadi presidennya hanya dua tahun karena pemberitaan tersebut," bebernya. Pendiri Partai Amanat Nasional pada 1998 ini pun mengaku, kekalahannya pada pemilu presiden 2004 hanya meraih hampir 15 persen suara nasional, karena kekurangan modal untuk menguasai media massa. "Saya dulu kalah karena saya kurang modal menguasai media, Gak guyon saja. Kalah ya kalah saja," candanya sambil tertawa. Menurutnya, media massa akan menjadi Anjing Pengawas "watch dog", jika ada ketimpangan seperti halnya korupsi. Namun, saat ini muncul model lain, dimana media yang menjadi "Anjing penjaga kepentingan". "Karena banyak pemilik modal yang membuka perusahaan media untuk mengantarkan pada puncak kepentingan pemilik modal," pungkasnya. (JAT)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA