2 Abad Garut, Belum Membuat Dewasa Para Elit Politik

Oleh Bambang Fouristian GARUT,FOKUSjabar.com Kusuma Taufik, Ketum (Ketua Umum) Ormas DPD Pekat Kab. Garut kepada FOKUSjabar.com mengatakan, 2 Abad HJG (Hari Jadi Garut), 16 Februari merupakan bagian penting dan sangat bersejarah. Namun sangat disayangk

2 Abad Garut, Belum Membuat Dewasa Para Elit Politik

Oleh: Bambang Fouristian GARUT,FOKUSjabar.com: Kusuma Taufik, Ketum (Ketua Umum) Ormas DPD Pekat Kab. Garut kepada FOKUSjabar.com mengatakan, 2 Abad HJG (Hari Jadi Garut), 16 Februari merupakan bagian penting dan sangat bersejarah. Namun sangat disayangkan, diusianya yang tua ini belum membuat dewasa para elit politik disana dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. [caption id="attachment_11095" align="aligncenter" width="471"] Kusuma Taufik, Ketum (Ketua Umum) Ormas DPD Pekat Kab. Garut[/caption]   Dicky Chandra, saat menjabat Wakil Bupati, lebih memilih mundur dari jabatannya. Lalu. Aceng Fikri, status selaku orang nomor satu di Garut-nya dihantam prahara karena kasus nikah siri dengan Fany Oktora, seorang gadis di bawah umur asal Kec. Bl. Limbangan. Ditambah lagi dengan skandal transaksional kursi Wakil Bupati serta kasus-kasus lainnya. “Sudah saatnya kita introspeksi diri bagaimana menciptakan Kabupaten Garut menjadi kabupaten termaju dan terdepan di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya usai gelar acara Bakti Sosial & Pengobatan Gratis di Desa Sukaratu Kec. Malanggbong (16/2). Selain itu, jajarannya juga telah menyalurkan bantuan makanan dan pakaian bagi korban Banjir di Kp. Cimacan, Desa Haurpanggung, Kec. Tarogong Kidul. “Saat pengobatan gratis tim medis menyarankan satu anak Balita (Bayi Lima Tahun) harus dirawat secara intensif. Hari itu juga kami langsung mengantarkannya ke RSUD Garut,” kata Taufik. Kegiatan sosial tersebut kerjasama dengan Yahya Sacawiria, anggota DPR RI, Hj Rina Marlina, anggota DRPD Provinsi Jawa Barat, Dewiyani Agustina, Ketua Fraksi Partai Demokrat Garut, Pemerintah Desa Sukaratu. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA