Venue Eks PON XIX Akan Jadi Aset Pemprov Jabar dan Dikelola Disorda

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX sudah tuntas dengan menasbihkan tuan rumah Jawa Barat sebagai juara umum. Salah satu oleh oleh dari pelaksanaan PON XIX yakni venue venue cabang olahraga yang dibangun Pemprov Jabar. Dalam menghadapi PON XI

Venue Eks PON XIX Akan Jadi Aset Pemprov Jabar dan Dikelola Disorda

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX sudah tuntas dengan menasbihkan tuan rumah Jawa Barat sebagai juara umum. Salah satu 'oleh-oleh' dari pelaksanaan PON XIX yakni venue-venue cabang olahraga yang dibangun Pemprov Jabar. Dalam menghadapi PON XIX, Pemprov Jabar secara bertahap melakukan penyiapan venue-venue cabang olahraga. Mulai dari skema pembangunan baru, rehabilitasi hingga sistem sewa dengan institusi lain. Dana yang dikeluarkan untuk persiapan venue pun mencapai trilyunan rupiah yang dianggarkan dalam multiyears. Beberapa venue yang dibangun untuk PON XIX pun memiliki standar internasional‎. Seperti venue Futsal di Grha Laga Tangkas, komplek ITB Jatinangor, hingga lapangan Pacuan di Legok Jawa, Cimerak, Pangandaran. Keberadaan venue pun menjadi salah satu aset penting bagi pembinaan keolahragaan di Jawa Barat. Hal itu pun menjadi salah satu konsern pihak Pemprov Jabar melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar dalam mengoptimalkan keberadaan venue hingga peralatan pertandingan eks PON XIX. "Rencananya, semua venue eks PON XIX yang dibangun dan berada di lahan aset Pemprov Jabar akan dikelola oleh Disorda Jabar bekerjasama dengan cabang olahraga bersangkutan. Hal ini sesuai dengan keinginan dan harapan Pak Gubernur (Ahmad Heryawan) agar seusai PON XIX, venue tersebut tidak terbengkalai tapi bisa dimanfaatkan untuk pembinaan keolahragaan di Jabar," ujar Kepala Bidang Keolahragaan Disorda Jabar, Nandang Saptari saat dihubungi melalui telepon selularnya, Minggu (2/10/2016). Untuk pengelolaan venue yang merupakan aset Pemprov Jabar, lanjutnya, kemungkinan besar‎ akan dibentuk sebuah lembaga baru dibawah Disorda Jabar. Sementara untuk venue-venue yang dibangun Pemprov diatas aset milik kota/kabupaten akan dihibahkan kepada Pemkot/Pemkab bersangkutan. "Jadi setiap pemkot/pemkab tersebut harus menganggarkan untuk biaya perawatan venue tersebut. Harus ada komitmen dari pemkab dan pemkot dalam menyiapkan anggaran pemeliharaan venue maupun peralatan pertandingan. Intinya, jangan sampai venue yang sudah dibangun dengan biaya milyaran sampai trilyunan rupiah itu terbengkalai," terangnya. ‎Nandang menambahkan, khusus untuk peralatan pertandingan yang dibeli untuk penyelenggaraan PON XIX, semuanya akan diinventarisir terlebih dahulu. Beberapa peralatan pertandingan yang digunakan saat PON XIX, akan ‎dipindahkan untuk melengkapi sarana prasarana di beberapa venue di komplek SPOrT Jabar Arcamanik. Pasalnya, komplek SPOrT Jabar Arcamanik akan menjadi salah satu kawasan pembinaan olahraga melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jabar. Selain itu, di kawasan SPOrT Jabar tersebut akan dibangun sebuah sekolah khusus olahraga setingkat SMA/SMK. "Jadi pemenuhan perlengkapan dan peralatan cabang olahraga untuk ‎keperluaan PPLP dan SMA Olahraga di SPOrT Jabar Arcamanik akan jadi prioritas utama. Setelah itu, sisanya akan dikelola Pengprov cabang olahraga bersangkutan. Dan keberadaan balai yang mengelola venue serta PPLP maupun SMA Olahraga pun membuka peluang bagi insan olahraga mendapatkan pekerjaan. Karena kalau tidak dikelola oleh orang olahraga, saya pikir akan kurang maksimal," tegasnya. (Ageng/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA