Rp48 Milyar APBD P untuk Atlet Menjelang PON XIX/2016

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian penuh kepada atlet Jabar yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Perhatian itu terbukti dari menggelontornya anggaran Rp48 milyar dari APBD Perubahan 2015 yang disahkan Rabu (

Rp48 Milyar APBD P untuk Atlet Menjelang PON XIX/2016

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian penuh kepada atlet Jabar yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Perhatian itu terbukti dari menggelontornya anggaran Rp48 milyar dari APBD Perubahan 2015 yang disahkan Rabu (16/9/2015) lalu. Anggota Komisi V DPRD Jabar Rustandi mengatakan, pada APBD Perubahan 2015, anggaran tersebut diajukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar sebagai lembaga yang melakukan pembinaan atlet. "Ya, sebagai leading sector-nya, kami menyetujui anggaran untuk atlet melalui KONI itu," kata Rustandi,  di Bandung, Senin (21/9/2015). Menurutnya, hal itu sangat penting untuk memenuhi target juara umum pada PON 2016 mendatang. Terlebih, Jabar adalah tuan rumah. Pihaknya sangat menduku Jabar Kahiji. Namun pihaknya berharap anggaran yang digelontorkan bisa digunakan sebaik mungkin, sehingga tepat sasaran. Jadi dana tersebut harus digunakan untuk keperluan atlet dalam meningkatkan kemampuan bertanding. Misalnya untuk asupan gizi dan suplemen atlet yang jumlahnya mencapai Rp4 milyar. Nantinya, masing-masing atlet akan mendapat Rp950 ribu perbulan untuk keperluan tersebut.  "Masing-masing atlet mendapat Rp950 ribu per bulan, selama tiga bulan (sisa 2015) dikali 1.477 atlet," terangnya. Selain itu, dana itu pun akan digunakan untuk uang saku dan ongkos transport atlet. Pihaknya meminta KONI Jabar agar  menggunakan dana tersebut secara benar dan transparan. Hal itu penting agar bisa dipertanggungjawabkan dengan baik. "Sesuai dengan catur sukses, sukses administrasi. Kami tidak ingin setelahnya ada masalah hukum," katanya. Lebih lanjut dia mengungkapkan, sebelum akhirnya disetujui Rp48 milyar,  anggaran yang diajukan KONI Jabar pada APBN P 2015 ini jauh lebih besar, yakni Rp103 milyar. "Kemarin kita pelajari, ternyata banyak yang tidak perlu dianggarkan. Jadi harus rasional, jangan mengada-ngada," tegasnya. Sebagai contoh, KONI Jabar mengajukan anggaran untuk menggelar malam penghargaan bagi insan olahraga di Jabar. Padahal, kata Rustandi, hal itu tidak perlu dilakukan karena kewenangannya berada di Dinas Olahraga dan Pemuda. Selain itu, KONI Jabar pun mengajukan anggaran untuk pengadaan alat olahraga. Padahal itu semua sudah oleh Disorda. "Jadi, itu nggak perlu, sudah ada di Disorda. Itu bukan kewenangan KONI," jelasnya. Kendati begitu, Rustandi mengaku tidak mengetahui status usulan KONI Jabar tersebut, apakah masuk dalam APBD Perubahan atau tidak. "Yang pasti kita tidak menyetujui. nggak tahu kalau pimpinan (DPRD Jabar)," pungkasnya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA