KONI Tak Mau Berandai-andai Soal Atlet PON Menggunakan Doping

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat menegaskab tidak akan berandai andai terkait dugaan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 yang menggunakan doping. Ketua KONI Jawa Barat Ahmad Saefudin menjelaskan, dugaan tersebut

KONI Tak Mau Berandai-andai Soal Atlet PON Menggunakan Doping

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat menegaskab tidak akan berandai - andai terkait dugaan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 yang menggunakan doping. Ketua KONI  Jawa Barat Ahmad Saefudin menjelaskan, dugaan tersebut masih harus diselidiki lebih rinci. Apalagi jika terdapat unsur kesengajaan. "Bisa saja ketidaksengajaan, tanpa niat. Dalam obat flu saja ada obat doping. Jadi tidak bisa menjustifikasi dia (atlet) begitu," kata Ahmad, Sabtu (3/12/2016). Menurutnya, tugas mengingatkan dan mengimbau para atlet agar tidak menggunakan doping saat pertandingan sudah dilakukan. Bahkan jauh sebelumnya sudah diimbau agar menghindari zat-zat terkait doping. Bahkan, dugaan penggunaan doping oleh atlet tidak menutup kemungkinan keliru, karena yang bersangkutan mengonsumsi tidak sengaja. "Sudah sering terjadi, di PON Riau juga gitu. Akhirnya diklarifikasi," terangnya. Salah satunya yaitu ketika atlet atletik Jawa Barat memecahkan rekor kejuaraan di Jepang. "Ternyata salah, itu tidak disengaja. Akhirnya ya sudah, diklarifikasi," cetusnya. Oleh karena itu, dugaan tersebut bisa dibuktikan lewat pemeriksaan yang saat ini berlangsung di India. Biasanya enam bulan baru selesai, baru nanti dikirim ke Indonesia hasilnya. Dia menegaskan, pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi kepada atlet Jawa Barat jika terbukti menggunakan doping. "Kalau terbukti, emasnya digugurkan, itu tidak berpengaruh terhadap raihan medali Jabar di PON kemarin (2016)," terangnya. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA