Atlet Berprestasi di PON XIX asal Paguyuban Pasundan Diguyur Beasiswa Pendidikan

Dalam momen Sumpah Pemuda, Paguyuban Pasundan memberikan apresiasi bagi atlet dari lingkungan Paguyuban Pasundan yang berhasil menorehkan prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Penghargaan diberikan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88

Atlet Berprestasi di PON XIX asal Paguyuban Pasundan Diguyur Beasiswa Pendidikan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Dalam momen Sumpah Pemuda, Paguyuban Pasundan memberikan apresiasi bagi atlet dari lingkungan Paguyuban Pasundan yang berhasil menorehkan prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Penghargaan diberikan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 di Lapangan Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (28/10/2016). Penghargaan diberikan langsung Ketua Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi kepada tiga orang perwakilan atlet berprestasi, yakni atlet renang peraih medali emas Triady Fauzi Sidiq mahasiswa STKIP Pasundan, kemudian atlet sepatu roda peraih medali emas Sheilla Mafitra Dewi mahasiswi FISIP Unpas, dan atlet bola voli putri Wahida Mumtasya pelajar SMA Pasundan I. Ketua Bidang Kepemudaan Paguyuban Pasudan, M Budiana menuturkan, atlet yang mendapatkan penghargaan berjumlah 30 orang. Mereka terdiri dari beberapa tingkatan pendidikan yang berada di bawah naungan Paguyuban Pasundan. "Sebagian besar memang dari STKIP Pasundan sebanyak 25 orang. Penghargaan yang diberikan bagi para atlet berprestasi ini, yakni gratis biaya pendidikan selama yang bersangkutan masih mengenyam pendidikan di institusi pendidikan di bawah Paguyuban Pasundan. Baik di tingkat SMA maupun perguruan tinggi," ujar Budhiana usai penyerahan penghargaan kepada atlet berprestasi asal Paguyuban Pasundan, Jumat (28/10/2018). Penghargaan yang diberikan Paguyuban Pasundan pun disyukuri Triady Fauzi Sidiq. Atlet renang yang meraih 8 medali emas di PON XIX ini menilai, jika pendidikan merupakan hal yang penting. "Meksi mempunyai prestasi mentereng, namun tetap harus diseimbangkan dengan  pendidikan. Jadi antara prestasi di olahraga dan pendidikan itu ya harus seimbang. Dengan penghargaan ini, sekarang saya tidak perlu lagi memikirkan uang kuliah," ujar Aji, sapaan akrabnya. Aji pun berharap, prestasi yang sudah ditorehkannya bisa dilanjutkan oleh atlet renang lain di Jabar, khususnya dari keluarga besar Paguyuban Pasundan. Pasalnya, gelaran PON XIX 2016 merupakan PON terakhir yang diikutinya. "Di PON XIX 2016, saya berhasil meraih delapan emas yang memang menjadi target pribadi saya. Alasannya, karena PON XIX ini adalah PON terakhir saya. Mudah-mudahan ada estafet prestasi saya dari junior saya," tegasnya. Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi mengaku bangga dengan pencapaian prestasi yang diraih anak didiknya di PON XIX. Hal ini menjadi salah satu bentuk eksistensi Paguyuban Pasudan dalam melahirkan generasi penerus bangsa berkualitas. Apalagi, Paguyuban Pasundan menjadi satu-satunya kelompok kesundaan yang menjadi salah satu deklarator Sumpah Pemuda pada tahun 1928. "Dulu Paguyuban Pasundan memiliki nama-nama seperti Otto Iskandar Dinata, Emma Poeradjiredja, dan Djuanda. Mereka adalah salah satu pencetus Sumpah Pemuda dari Paguyuban Pasundan. Dan kini hadir para pemuda dari Paguyuban Pasundan yang berhasil meraih prestasi gemilang di ajang nasional. Semoga saja akan lahir pemuda berprestasi yang lain dari Paguyuban Pasundan," pungkas Didi. (Ageng/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA