Seleksi P3K Bakal Lebih Ketat

Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan (BK Diklat) Kota Cirebon mengatakan, proses seleksi pegawai kontrak pemerintah (P3K) Kota Cirebon akan lebih ketat. Para pendaftar yang terpilih harus menguasai bidangnya sesuai dengan latar belakang pendidikan

Seleksi P3K Bakal Lebih Ketat

CIREBON, FOKUSJabar.com: Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan (BK-Diklat) Kota Cirebon mengatakan, proses seleksi pegawai kontrak pemerintah (P3K) Kota Cirebon akan lebih ketat. Para pendaftar yang terpilih harus menguasai bidangnya sesuai dengan latar belakang pendidikan. BK-Diklat Kota Cirebon juga tengah menunggu aturan dan mekanisme rekruitmen dari pusat. “Pegawai itu selalu dihadapkan dengan mesin dan elektronik, dan dipastikan tidak ada titip menitip,” tegas Anwar, Senin (30/11/2015). Disebutkan, Pemkot Cirebon sudah mengalokasikan dana Rp 1,3 milyar yang sebelumnya dialokasikan untuk rekrutmen CPNS. Lantaran tidak ada perekruitan CPNS, lanjut Anwar, anggaran tersebut akan digunakan untuk merekrut P3K. Sementara Kabid Informasi Kepegawaian BK-Diklat Kota Cirebon, Yoyoh Rokayah mengatakan, kekurangan PNS di Kota Cirebon mencapai 3.000 orang. Dengan penduduk yang mencapai 360.000 jiwa, PNS di Kota Cirebon hanya 6.242 orang. Belum dengan jumlah PNS yang pensiun yang selalu bertambah setiap tahunnya. Yoyoh menjelaskan, kebijakan penambahan PNS ini bergantung pada kebijakan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddy Chrisnandi apakah kebijakan moratorium dicabut pada tahun mendatang. Surat rekomendasi untuk penambahan PNS di Kota Cirebon sudah dikirimkan ke Kemenpan-RB. Untuk itu, dirinya berharap Kemenpan-RB bisa mencabut moratorium. “Setiap tahunnya, jumlah PNS yang pensiun bisa sampai 200 orang, jadi wajar kalau Pemerintah Kota Cirebon ngotot ingin menambah jumlah pegawai,” katanya. (Panji/Glh)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA