Polres Cirebon Tangkap Pelaku Pemalsuan KTP

Polres Kota Cirebon Jawa Barat berhasil menangkap Sarnita, pelaku pemalsuan dokumen kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Dia mengakui sudah lima bulan beroperasi memalsukan KTP dan KK. Pemalsuan tersebut, katanya atas

Polres Cirebon Tangkap Pelaku Pemalsuan KTP

CIREBON, FOKUSJabar.com : Polres Kota Cirebon Jawa Barat berhasil menangkap Sarnita, pelaku pemalsuan dokumen kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Dia mengakui sudah lima bulan beroperasi memalsukan KTP dan KK. Pemalsuan tersebut, katanya atas permintaan pemesan sendiri yang ingin mencari kerja dan kesulitan mencairkan pinjaman kredit. "Alasannya karena BI Checking nya sudah dan selalu gagal jadi mereka minta saya palsukan KTP dan KK," sebutnya, Selasa (23/8/2016). Sarnita mengatakan, sejauh ini dirinya sudah memalsukan 50 dokumen kependudukan sesuai permintaan. Dalam operasinya, Sarnita menggunakan mesin scaner untuk memalsukan KTP dan KK. Proses mencetak KTP dan KK dari mesin Scan tersebut juga tidak dilakukannya sendiri. Sarnita mencetak KTP dan KK palsu dari orang lain yang menjadi rekannya. "Cetaknya di orang lain dan blanko KTP nya saya pesan dari Jakarta," sebut Sarnita. Sementara Kapolresta Cirebon AKBP Indra Jafar mengaku, modus pemalsuan dokumen kependudukan tersebut digunakan untuk membantu memperlancar pemesan untuk mengurus kredit maupun melamar pekerjaan. KTP yang dipalsukan tersebut merupakan bukan dalam bentuk e-KTP. "Ada warga yang melapor dan kami langsung melakukan penyelidikan. Tersangka kami tangkap pada Senin 15 Agustus 2016 jam 15.30 di Jalan Pilang Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon," sebut AKBP Indra Jafar. Dalam aksinya, jumlah korban yang terdata dari hasil pengakuan tersangka berjumal 50 orang. AKBP Indra Jafar mengatakan, hasil penyelidikan sementara pelaku memalsukan dokumen KTP dan KK atas permintaan pelanggan. Sementara itu, pelanggan yang sudah menggunakan jasa Sarnita membayar uang Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per lembarnya. "Kami masih melakukan pendalam atas kasus ini apakaha sindikat dan berjejaring atau memang dilakukan sendirian belum kami dalami. Yang pasi kami menduga kuat pelaku punya tempat workshop untuk memalsukan dokumen kependudukan," tegasnya. Polisi menduga pelaku sudah mahir melakukan pemalsuan dokumen kependudukan. Ini terlihat dari hasil catatan kepolisian yang menyebutkan bahwa pelaku Sarnita merupakan residivis atas kasus pemalsuan STNK di wilayah Kabupaten Cirebon. Dari kasus pemalsuan STNK itu, Sarniat yang sebelumnya bekerja sebagai PNS di Kabupaten Cirebon dipecat dan menjalani proses hukum. "Korban merasa dirugikan dan kami kembangkan laporan korban. Ternyata pelaku berasal dari Kelurahan Gegunung Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon," sebutnya. (Panji/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA