Polemik Batu Bara, APBC Angkat Bicara

Ditengah hiruk pikuk penutupan aktivitas bongkar muat batu bara PT Pelindo II Cirebon, Asosiasi Pengusaha Batu Bara Cirebon (APBC) angkat bicara. Ketua APBC Ade Bum mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan adanya rencana penutupan aktivitas bongkar

Polemik Batu Bara, APBC Angkat Bicara

CIREBON, FOKUSJabar.com: Ditengah hiruk pikuk penutupan aktivitas bongkar muat batu bara PT Pelindo II Cirebon, Asosiasi Pengusaha Batu Bara Cirebon (APBC) angkat bicara. Ketua APBC Ade Bum mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan adanya rencana penutupan aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon. Pasalnya, penutupan itu akan berdampak pada banyak pihak. “APBC menyayangkan jika aktivitas bongkar muat batubara ini ditutup. Alasannya, Pelabuhan di Cirebon adalah satu-satunya pelabuhan niaga di Jawa Barat,” kata Ade, Senin (2/11/2015). Ade menegaskan, penanganan debu batu bara sebenarnya masih bisa ditangani jika regulasi yang digunakan KSOP dijalankan. Namun, sayangnya regulasi tersebut malah diabaikan. Ade pun menilai, penutupan bongkar muat batu bara itu bukanlah jalan akhir. Salah satu cara untuk menghilangkan debu batu bara adalah dengan cara penyiraman air saat melakukan bongkar muat batu bara, sehingga debu batu bara tidak beterbangan. Selain itu, lanjut Ade, jalan lainnya adalah menghilangkan stockpile batu bara di dalam pelabuhan harus ditutup. “KSOP itu sebagai pengelola pelabuhan. Jadi harus bisa mengelola pelabuhan sebaik mungkin. Aturan pengelolaan itu langsung dari pemerintah pusat melalui kemendagri,” bebernya. Ade juga menyayangkan pemerintah kota yang tidak pernah melibatkan para pengusaha dalam persoalan penutupan aktivitas bongkar muat batu bara tersebut. (Panji/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA