Luas Kota Cirebon Tak Sebanding dengan Geliat Sektor Perdagangan, Jasa dan Industri

Menggeliatnya sektor perdagangan dan jasa serta industri di Kota Cirebon menjadi pekerjaan berat pemerintah daerah untuk memperluas wilayah kerjanya. Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPWBI) Cirebon, Abdul Madjid menyampaikan, hampir 30 p

Luas Kota Cirebon Tak Sebanding dengan Geliat Sektor Perdagangan, Jasa dan Industri

CIREBON, FOKUSJabar.com: Menggeliatnya sektor perdagangan dan jasa serta industri di Kota Cirebon menjadi pekerjaan berat pemerintah daerah untuk memperluas wilayah kerjanya. Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPWBI) Cirebon, Abdul Madjid menyampaikan, hampir 30 persen Kota Cirebon ditopang dari sektor perdagangan dan industri. " Tantangan Kota Cirebon adalah persoalan tempat karena belakangan sedang tumbuh investor," sebut Abdul Madjid kepada wartawan, Selasa (5/4/2016). Wilayah Kota Cirebon seluas 37 ribu hektar atau 37 km2 akan tidak sebanding dengan menggeliatnya sektor perdagangan, jasa dan industri di kota ini. Sementara itu, dari data BI Cirebon, pertumbuhan kredit di Kota Cirebon mencapai Rp18 triliun, akumulasi pertumbuhan 5 sampai 6 persen. Ditengah jumlah populasi masyarakat Kota Cirebon sebanyak 380 ribu jiwa, angka pertumbuhan kredit tersebut terbilang besar. "Ini harus dijaga bahkan dorong iklim investasinya. Usaha jangan sampai terganggu," tandasnya. Dari segi infrastruktur, Kota Cirebon lebih memadai. Ini terlihat dengan adanya stasiun Kereta Api khusus barang di Parujakan, Pelabuhan, Terminal. " Kalau tidak diperluas wilayahnya maka agak sulit bagi investor masuk ke Kota Cirebon," papar dia. Terkait wilayah mana yang baik untuk diperluas di Kota Cirebon, BI menyerahkan seluruhnya kepada Pemda setempat. Bahkan, BI menyarankan Pemkot maupun Pemkab Cirebon ada kerjasama dalam bentuk sharing Pendapatan Asli Daerah (PAD). " Saatnya saling bekerjasama apa salahnya sharing PAD," pungkasnya. (Panji/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA