Kualitas Raskin di Cirebon Buruk, Warga Jual ke Pengepul

Warga Kabupaten Cirebon mengeluhkan kualitas beras miskin (raskin) yang sangat rendah dan tidak layak konsumsi. Beras bantuan pemerintah untuk rakyat miskin itu kondisinya sudah berbau, tidak sedap dan berwarna usang. caption id attachment 25936

Kualitas Raskin di Cirebon Buruk, Warga Jual ke Pengepul

Oleh: Akim Garis CIREBON,FOKUSJabar.com: Warga Kabupaten Cirebon mengeluhkan kualitas beras miskin (raskin) yang sangat rendah dan tidak layak konsumsi. Beras bantuan pemerintah untuk rakyat miskin itu kondisinya sudah berbau, tidak sedap dan berwarna usang. [caption id="attachment_25936" align="aligncenter" width="460"] Foto Ilustrasi(Foto: Ilustrasi)[/caption]     Akibatnya, banyak warga yang menjual beras tersebut kepada para pengepul beras yang biasa berkeliling ke kampung saat warga mendapatkan jatah raskin. "Baunya apek, anak-anak tidak mau memakannya," kata Sutinah, salah seorang warga Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kamis (9/5). Beras miskin dijual kepada pengepul Rp5 ribu per kg, hasil penjualan dibelikan beras medium di warung. "Beras di warung Rp8 ribu. Meskipun nombok tiga ribu rupiah, beras layak dikonsumsi," ungkap Rini, warga Desa Bodesari, Kecamatan Plumbon. Disayangkan kondisi tersebut tidak mendapat perhatian. Bahkan warga pun tidak berani mengadu kepada instansi terkait. Alasannya raskin yang mereka beli harganya sangat murah, yakni Rp2 ribu per kg. (JAT)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA