Kolonel 'Mejeng' Pakai Atribut Militer, Dandim Protes

Spanduk calon Bupati Majalengka, Kolonel Chk Apang Sopandi yang memakai pakaian militer menuai protes, karena, sesuai aturan militer, pemakaian atribut militer di dunia politik dilarang. caption id attachment 14473 align aligncenter width 460 Tu

Kolonel 'Mejeng' Pakai Atribut Militer, Dandim Protes

Oleh: Asep Sutrisno MAJALENGKA,FOKUSJabar.com: Spanduk calon Bupati Majalengka, Kolonel Chk Apang Sopandi yang memakai pakaian militer menuai protes, karena, sesuai aturan militer, pemakaian atribut militer di dunia politik dilarang. [caption id="attachment_14473" align="aligncenter" width="460"] Tubagus Hasanudin(Foto: Anggun Gumilar)[/caption]   Dandim Kabupaten Majalengka, Letkol Inf, Togu Parmonangan mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Apang, dan memintanya mencopot spanduk tersebut. "Memang betul dilarang. Kami saudah sampaikan kepada yang bersangkutan," kata Togu melalaui sambungan telpon, Minggu (14/4). Senada dengannya, Anggota DPR RI, Mayjen (Purn) TB Hasanudin menyesalkan hal tersebut, karena berdasarkan aturan disiplin TNI, pemakaian baju dinas untuk pencalonan legislatif atau calon bupati dilarang keras. "Kalaupun diperbolehkan, harus memakai pakaian PDH, PDU atau PDL dengan label namanya warna putih sebagai tanda yang bersangkutan sudah tidak lagi aktif menjadi anggota TNI," jelasnya. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Majalengka, Supriatna mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Kalau saya membaca aturan KPU, tidak ada larangan. Sah-sah saja. Tapi saya kurang tahu kalau aturan di TNI itu sendiri boleh atau tidak," katanya. Hingga saat ini, Kolonel Chk Apang Sopandi belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini, bahkan ponselnya tidak aktif. (JAT)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA