Aset Disita, PT CSI Minta Anggota Sabar Ikuti Proses Hukum

PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) meminta agar para nasabah maupun anggota koperasi bersabar dan ikuti proses hukum terkait penyitaan aset dan pemblokiran enam nomor rekening oleh Bareskrim Polri. Manajer Operasional PT CSI, Agung Hermawan mengatak

Aset Disita, PT CSI Minta Anggota Sabar Ikuti Proses Hukum

CIREBON, FOKUSJabar.com : PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) meminta agar para nasabah maupun anggota koperasi bersabar dan ikuti proses hukum terkait penyitaan aset dan pemblokiran enam nomor rekening oleh Bareskrim Polri. Manajer Operasional PT CSI, Agung Hermawan mengatakan, imbas dari pemanggilan dua direksi oleh Bareskrim Polri yakni enam rekening dibekukan sementata. Kondisi ini berimbas kepada nasabah dan anggota yang menanamkan investasinya, sehingga tidak menerima keuntungan 5 persen per bulan sesuai perjanjian. "Polisi memanggil dua pengurus untuk dilakukan pemeriksaan, statusnya juga belum tersangka," sebutnya kepada wartawan, Jumat (9/12/2016). Dia mengaku, sejauh ini pembayaran kewajiban nasabah maupun anggota Koperasi CSI tidak ada kendala. Nilai pembayaran juga sesuai dengan perjanjian. Dia mengajak anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera agar tenang. Meski demikian, dirinya mengaku belum memastikan adanya jaminan materi kepada anggota koperasi yang tiap bulannya. "Kantor pelayanan tetap buka kok kami siap melayani keluhan anggota. Kami akan bertanggungjawab penuh sampai perkara ini selesai," sebutnya. Dia menjelaskan, dalam perjanjian, pihak pertama akan mengganti kerugian apabila perusahaan yang dibangun mengalami bangkrut atau pailit. Tapi apabila karena diluar kemampuan perusahaan (force major), maka sifatnya penundaan sementara. "Sampai pemeriksaan selesai dan akan diaktifkan kembali ketika selesai," tandasnya. Sayangnya, PT CSI enggan menyebutkan aset yang disita Bareskrim Polri. Pihaknya mengaku tidak mengetahui berapa nominal yang masih dikelola perusahaan sebelum dibekukan. "Nilai tidak terlalu banyak. Soal aset masih tertutup, ada dalam internal Koperasi CSI. Transparansi dalam konteks hanya di internal CSI," ujarnya. Pada persoalan ini, pihaknya mengklaim sudah melakukan berbagai upaya dan langkah kepada anggotanya. Pihaknya sudah memberikan imbauan berupa sms gate away, dan memberikan surat keterangan force majeur. "Kondisi terpahit harus ikut aturan hukum. Saat penyitaan aset, hardisk kami diamankan. Tapi karyawan tetap bekerja, kami berikan layanan semaksimal mungkin," tuturnya. (Panji/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA