Aparat Tutup Mata – Bahaya Mengancam Perdagangan Limbah Serat Mengandung B3

Purwakarta (20/02) Pencucian TOW (serat rayon yang mengandung B3) menjadi pemandangan sehari – hari di Kampung Sawah yang terletak di Desa Cilangkap – Kabupaten Purwakarta. Banyak warga – baik lokal asli maupun pendatang – yang menggantungkan hidupnya menjadi pengepul TOW itu – pada tingakatan bandar maupun hanya pekerja.

Aparat Tutup Mata – Bahaya Mengancam  Perdagangan Limbah Serat Mengandung B3

Purwakarta (20/02) Pencucian TOW (serat rayon yang mengandung B3) menjadi pemandangan sehari – hari di Kampung Sawah yang terletak di Desa Cilangkap – Kabupaten Purwakarta. Banyak warga – baik lokal asli maupun pendatang – yang menggantungkan hidupnya menjadi pengepul TOW itu – pada tingakatan bandar maupun hanya pekerja.

Mereka mencuci secara tradisional TOW tersebut di sungai Citarum, yang sedang dibersihkan oleh Gerakan Citarum Harum secara integratif – baik dari pemerintah pusat dan propinsi. Tanpa dipedulikan oleh aparat setempat – baik di tingkat kabupaten hingga tingkat desa.

Realita aktivitas warga itu bisa dilihat setiap hari bila melintas di jalan Kampung Sawah, tidak jauh dari jalan Raya Industri di Purwakarta. Bandar – bandar melakukan aktivitas bongkar muat dan memiliki gudang untuk menyimpan, mencuci dan menjemur TOW – baik di pekarangan maupun di tepi sungai Citarum. Tanpa disadari oleh warga pada saat mencuci TOW maka dipastikan ada kontaminasi B3 pada tubuhnya dan air sungai yang digunakan juga akan mencemari lingkungan.

Bahkan, TOW yang ada di daerah Kampung Sawah itu banyak didatangkan dari pulau Sumatera – terbukti pada foto yang menunjukkan aktivitas bongkar muat; sekitar 100 meter dari kantor desa setempat – dengan truk yang bernomor polisi BK (Sumatera Utara). Ini menunjukan bahwa aparat tutup mata terhadap tindak kriminalitas lingkungan hidup – sejak daerah asal TOW itu berasal maupun di sekitar Kampung Sawah.

“Kita mah gak tau kalo ini ada bahan berbahaya,“ ujar pedagang TOW – berinisal A yang menjadi salah satu bandar saat diwawancara,“lumayan dapet untung pas dijual abis dicuci.“ Menurutnya, banyak perusahan tekstil di Jawa Barat – seperti di Majalengka dan Bandung - yang membeli TOW hasil cucian warga Purwakarta secara tradisional di sungai Citarum. “Kita mah biasa ngasih uang ke petugas biar aman lah“ kata sang bandar,“pas di jalanan sampai di kampung sini.“

Realita ini bertolak belakang dengan upaya pemerintah melalui gerakan Citarum Harum yang gencar untuk mengembalikan fungsi dan kualitas air sungai Citarum. Diharapkan ketegasan dari aparat Kementerian Lingkungan Hidup maupun kepolisian untuk menghentikan kegiatan pabrik serat rayon – yang disinyalir berasal dari daerah Riau – yang memperdagangkan TOW sebagai hasil produksi serat rayon yang gagal maupun aktivitas ilegal warga di daerah Purwakarta yang menjadi pengepul serat rayon yang masih mengandung B3 itu di sungai Citarum.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA