Wah! 1 Miliar Untuk Desa Peradaban

Oleh Solihin BANDUNG,FOKUSJABAR.COM Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan Desa Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor sebagai Desa Peradaban. Peresmian desa tersebut merupakan simbolis telah diresmikannya Desa Peradaban di seluruh Jabar dengan bi

Wah! 1 Miliar Untuk Desa Peradaban

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJABAR.COM: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan Desa Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor sebagai Desa Peradaban. Peresmian desa tersebut merupakan simbolis telah diresmikannya Desa Peradaban di seluruh Jabar dengan biaya sebesar Rp1 miliar per desa. Program Desa Peradaban tahun ini diberikan untuk 150 desa, artinya jumlah keseluruhan nilai program tersebut mencapai Rp150 miliar. “Alhamdulillah program ini akan dijadikan contoh bagi daerah lainnya oleh pemerintah pusat,” jelas Heryawan dalam sambutannya di Lapangan Desa Tugu Utara, Bogor melalui rilisnya, Kamis (27/12). Adapun pembagian Desa Peradaban tersebut dibagi menjadi empat wilayah, yakni Bogor (Bogor,Cianjur dan Sukabumi), Cirebon (Cirebon,Kuningan, Indramayu dan Majalengka), Purwakarta (Subang, Purwakarta, Karawang dan Bekasi), kemudian Priangan (Garut,Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis, Bandung, Bandung Barat dan Banjar). Di wilayah Bogor ada 32 desa, dengan alokasi dan sebanyak Rp18,03 miliar untuk pembangunan infrastruktur, dan Rp11,56 untuk pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes. Di wilayah Cirebon ada 39 desa, dengan alokasi dana sebanyak Rp28,88 miliar untuk pembangunan infrastruktur, dan Rp7,18 miliar untuk pemberdayaan melalui BUMDes. Wilayah Purwakarta ada 25 desa, dengan alokasi dana Rp16,90 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan Rp6,22 miliar untuk pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes. Di wilayah Priangan ada 54 desa, dengan alokasi dana Rp36,66 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan Rp13,34 miliar untuk pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes. "Alhamdulillah untuk infrastruktur rata-rata sudah berjalan 80 hingga 90 persen. Kenapa demikian? Karena sisanya itu akan digabungkan dengan swadaya masyarakat. Jadi program ini selain bertujuan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, desa juga harus jadi pelestari kehidupan gotong-royong. Nah jadi peran swadaya ini bagian dari gotong-royong,” jelasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA