Tuh Kan! BBM Naik, Tarif Angkutan Ekonomi di Jabar Naik

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan kenaikan tarif angkutan umum kelas ekonomi pasca naiknya harga jual eceran BBM (Bahan Bakar Minyak). Untuk angkutan penumpang umum antar kota dalam provinsi, kenaikannya berkisar 25 hingga 27 persen dari ta

Tuh Kan! BBM Naik, Tarif Angkutan Ekonomi di Jabar Naik

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan kenaikan tarif angkutan umum kelas ekonomi pasca naiknya harga jual eceran BBM (Bahan Bakar Minyak). Untuk angkutan penumpang umum antar kota dalam provinsi, kenaikannya berkisar 25 hingga 27 persen dari tarif sebelumnya. Gubernur Jabara, Ahmad Heryawan menuturkan bahwa keputusan tersebut atas kesepakatan bersama Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan Darat). Untuk bus besar atau sedang, pihaknya menetapkan kenaikan sebesar 25 persen dan bus kecil mengalami kenaikan 27 persen. Sebagai contoh, Heryawan menyebut tarif Ciamis-Bekasi via tol Padaleunyi dan Cikampek yang semula berkisar Rp33.700 hingga Rp54.700, saat ini menjadi Rp41.800 hingga Rp67.900. Tarif pada angkutan sejauh 387 km itu merupakan kenaikan yang tertinggi, yakni antara Rp8.100 hingga Rp13.200. Tidak hanya itu, kenaikan pun terjadi pada angkutan bus kota sebesar Rp1.000 untuk jarak jauh dekat. Kendati begitu, khusus untuk pelajar kenaikannya hanya Rp500. "Jadi yang asalnya Rp1000 menjadi Rp1.500," kata Heryawan di Gedung Sate, Senin (24/6). Dia mengungkapkan, kenaikan itu diambil melalui proses yang matang dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak, terutama pengusaha dan masyarakat selaku konsumen. "Yang pasti dengan besaran penyesuaian tarif ini tidak ada satu pun pihak yang dirugikan, baik masyarakat maupun pengusaha, terlebih yang dinaikan hanya tarif angkutan antar kota dalam provinsi," jelasnya. Kemudian untuk tarif angkutan dalam kota, pihaknya menyerahkan kepada pemerintah kabupaten/kota. Sedangkan untuk kenaikan tarif angkutan barang, diserahkan kepada pemilik angkutan dan barang. Dengan begitu, kesepakatan bisa ditempuh kedua pihak tersebut. "Ya tentunya kesepakatan itu diambil melalui kesepahaman, yang saling menguntungkan satu sama lain," pungkasnya. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA