Tuh! Buntut Penolakan Eksekusi, PT. KAI Ajukan Sidang Praperadilan

Oleh Dendi Ramdhani BANDUNG, FOKUSJabar Buntut penolakan eksekusi, PT. KAI akan mengajukan sidang praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Pengajuan sidang praperadilan itu sebagai upaya hukum atas kasus sengketa tanah antara PT. KAI dengan N

Tuh! Buntut Penolakan Eksekusi, PT. KAI Ajukan Sidang Praperadilan

Oleh: Dendi Ramdhani BANDUNG, FOKUSJabar: Buntut penolakan eksekusi, PT. KAI  akan mengajukan sidang praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Pengajuan sidang praperadilan itu sebagai upaya hukum atas kasus sengketa tanah antara PT. KAI  dengan Ny. Odas. Kuasa Hukum PT KAI Benny Wullur, Rabu (9/10) mengatakan  ada dugaan pemalsuan surat gugatan yang dilayangkan pihak ahli waris dengan atas nama Ny. Odas kepada PN Bandung. PT KAI menjadi pihak tergugat dalam gugatan tersebut. "Tanah itu merupakan sengketa PT KAI dengan keluarga Ny Odas. Sebetulnya tanah tersebut, hasil ruslag tanah pemerintah dan PT KAI yang mendapatkan hak guna pakai. Tanah itu kemudian digugat pihak yang mengaku ahli waris yang dikepalai oleh Ny Odas," tutur Benny Menurut Benny, permasalahn muncul saat pihak Ny. Odas selaku ahli waris, melayangkan gugatan dengan modal 2 buah segel bertahun 1932 dan 1934 yang berisi tulisan bahasa sunda. Isi surat tersebut membahas tentang jual beli tanah antara Suhe alias Uhe sebagai pembeli dan Jumena sebagai penjual pada tanggal 19 November 1932 sebesar Rp 600, dan pada tanggal 7 Februari 1934 sebesar Rp 250. Namun Benny, menduga surat sebagai bukti untuk menggugat tanah tersebut palsu. "Surat yang digunakan itu kan taun 1932 dan 1934, sedangkan pada tahun tersebut belum ada huruf U, disurat tersebut ada kata Februari. Selanjutnya, pada tahun itu belum menggunakan rupiah, kan saat itu menggunakan mata uang gulden, mengapa disurat gugatan itu menggunakan rupiah," jelas Benny. Dia juga, meyakini bahwa gugatan Ny Odas atas lahantersebut salah lokasi serta, menduga penggunaan surat gugatan palsu."Dalam sidang nanti kami akan  meminta untuk memeriksa kembali surat gugatan tersebut,"katanya. Menurut Benny, lahan yang sengketa antara PT KAI dengan Ny Odas seluas  1,3 hektar dan diatas lahan tersebut berdiri sebanyak  16 rumah yang dihuni oleh pensiunan dan karyawan PT. KAI. "Kami berharap ada pemeriksaan kembali terhadap surat segel tersebut dan seobjektif mungkin terungkap kebenarannya," tambah Benny. Situasi di sekitar lahan yang disengketakan itu kini dijaga aparat dari Mapolrestabes Bandung. (ADR)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA