Sok Teungetkeun! Penataan PKL Harus Berkelanjutan dan Ada Hasilnya

Wali Kota Bandung, Dada Rosada meminta PKL (Pedagang Kaki Lima) di kawasan Kepatihan, Alun alun dan Dalem Kaum bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung guna menciptakan Kota Bandung yang tertib. caption id attachment 23617 align aligncenter widt

Sok Teungetkeun! Penataan PKL Harus Berkelanjutan dan Ada Hasilnya

Oleh : Mochamad Jeni BANDUNG, FOKUSJabar.com :Wali Kota Bandung, Dada Rosada meminta PKL (Pedagang Kaki Lima) di kawasan Kepatihan, Alun-alun dan Dalem Kaum bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung guna menciptakan Kota Bandung yang tertib. [caption id="attachment_23617" align="aligncenter" width="460"] Walikota Bandung, Dada Rosada(Foto: M Jatnika Sadili)[/caption]   "Saya mengerti kondisi para PKL, mereka butuh makan dan membiayai anak istri. Tapi mereka juga harus tetap menjaga kebersihan, ketertiban dan Keindahan Kota Bandung," kata Dada saat evaluasi Penataan dan Penertiban PKL di Pendopo, Kamis (14/2). Dia mencontohkan, Yogyakarta dan Singapura yang juga terdapat PKL, namun mereka bisa tertib dan sama-sama menjaga keindahan tempat mereka berjualan. Bahkan di Malioboro, PKL berjualan di trotoar dan banyak sekali pembelinya. Namun begitu pagi tempat PKL berjualan tersebut sudah kembali bersih. Menurutnya Bandung pun bisa melakukan hal yang dilakukan PKL Yogyakarta dan Singapura. Dengan catatan PKL, masyarakat dan Pemkot Bandung bersama-sama menata Kota Bandung. "Semua warga Kota Bandung harus bersama-sama membangun dan menata kota, jangan hanya bisa mengomentari dan mengotori, tanpa berbuat apa-apa," tegasnya. Pihaknya tidak mau mengulangi kejadian terdahulu, dimana Pemkot memberikan kompensasi kepada pedagang Rp500 juta untuk pulang ke daerah asal, namun mereka tetap kembali malah bertambah. "Satpol PP juga harus tegas, karena anggaran untuk mereka sudah dialokasiikan cukup besar untuk menata PKL, jadi harus serius dan ada hasilnya," jelasnya.(LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA