Sok Tah! Menghadapi AEC, Pelaku Jasa Konstruksi Harus Siap Bersaing

Menghadapi AEC (Asean Economic Community) dan mampu bersaing dengan pelaku asing yang datang dari luar, kompetensi pelaku di sektor jasa kontruksi perlu digenjot. Sebab AEC akan mempengaruhi jasa konstruksi di Jabar (AEC) akan mempengaruhi dunia jasa kon

Sok Tah! Menghadapi AEC, Pelaku Jasa Konstruksi Harus Siap Bersaing

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Menghadapi AEC (Asean Economic Community) dan mampu bersaing dengan pelaku asing yang datang dari luar, kompetensi pelaku di sektor jasa kontruksi perlu digenjot. Sebab AEC akan mempengaruhi jasa konstruksi di Jabar (AEC) akan mempengaruhi dunia jasa konstruksi di Jawa Barat.     "Kita harus bersiap dari sekarang untuk menghadapi AEC," kata Ketua LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) Jabar, P.E. Indrato di Gedung Sate, Senin (3/6). Menurutnya, di era pasar bebas nanti, kontraktor jasa kontruksi asing bisa masuk ke wilayah Jabar bahkan hingga ke tingkat kabupaten/kota. Hal itu akan berbahaya jika para pelaku jasa di Jabar tidak memiliki daya saing, terlebih saat ini hanya sekitar 10 persen pelaku jasa di Jabar yang memiliki kompetensi saing. Namun pelaku itu pun lebih memilih mengerjakan proyek di luar negeri, seperti Timur Tengah dan New Zealand. Sementara pelaku lokal yang kurang bisa bersaing dan masih memerlukan pembinaan serta pengembangan secara intensif. Pemerintah juga diminta memfasilitasi upaya pengembangan pelaku melalui sarana dan prasarana. Dia mengungkapkan bahwa upaya pengembangan pelaku jasa kontruksi lokal bisa dilakukan melalui penerbitan Sertifikasi Badan Usaha. Keberadaan sertifikat itu akan menuntut para pelaku lebih profesional terkait tenaga ahli, SDM (Sumber Daya Manusia), pendidikan dan lainnya. "Saat ini kita sedang lakukan 'penggenjotan' ya biar nggak cengeng," jelasnya. Biar bagaimanapun, Jabar tergolong barometer jasa konstruksi nasional. Bahkan ribuan investor selalu tertarik menanamkan modalnya di provinsi berpenduduk terbanyak di Indonesia ini. Artinya, perlu ada upaya peningkatan kompetensi, terlebih Jabar gudangnya Perguruan Tinggi. "Pokoknya jangan sampai kalang saing dari asing," terangnya. Saat ini pihaknya baru membentuk Unit SBU. Rencananya, sebanyak 14.512 SBU akan segera diterbitkan bagi 7.522 perusahaan jasa konstruksi, 34 asosiasi perusahaan, 22 kalangan profesional, dan 11 institusi. Tidak hanya itu, pihaknya pun tengan berpacu dengan waktu sebelum AEC bergulir akhir 2015 nanti. "Penerbitan sertifikat kemarin sempat terganggu Pilgub Jabar. Tapi mudah-mudahan bisa on schedule," harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Jabar Eddy Nasution, menilai wajib bagi pelaku jasa konstruksi terkait keberadaan sertifikat. Hal itu demi peningkatan pelayanan, kepastian hukum dan kualifikasi dan harus bisa dilakukan. Menurutnya, sertifikat akan memudahkan kerja pemerintah karena berfungsi seperti SIM (Surat Izin Mengemudi). Kelayakan peserta tender bisa ditentukan melalui sertifikasi. "Sertifikasi ini demi standarisasi kompetensi, apalagi kalau AEC bergulir, pasti tuntutannya lebih tinggi lagi, mulai dari penguasaan bahasa asing kesiapan bersaing dan lainnya," pungkasnya. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA