Sistem UN, Ketidakpercayaan Pemerintah Terhadap Guru dan Sekolah

Ujian Nasional harus dihapus, dan kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah. Sebab sekolah yang lebih memahami kemampuan akademik siswa. Demikian disampaikan Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Nanat Fatah Natsir dalam samb

Sistem UN, Ketidakpercayaan Pemerintah Terhadap Guru dan Sekolah

Oleh: M. Jatnika Sadili BANDUNG,FOKUSJabar.com: Ujian Nasional harus dihapus, dan kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah. Sebab sekolah yang lebih memahami kemampuan akademik siswa. Demikian disampaikan Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Nanat Fatah Natsir dalam sambungan telepon, Senin (22/4).     Artinya, sekolah dan guru yang membuat soal serta menguji siswa. Sedangkan pemerintah cukup menetapkan standar dan jika dipandang perlu membuat kisi-kisi soal UN untuk standarisasi kualitas ujian. Selain menyoroti karut marut UN tahun ini, Nanat berharap pemerintah dapat meningkatkan kualitas guru. “Ada penelitian yang menyatakan 62 persen kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas guru, baru kemudian kurikulum dan sarana prasarana,” beber Guru Besar Sosioligi Agama tersebut. Nanat menilai, sistem UN saat ini pemerintah tidak percaya kepada guru dan kepala sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. “Mengapa tidak bisa seperti di perguruan tinggi, kelulusan mahasiswa ditentukan dosen penguji dan ditetapkan rektor," tuturnya. Kondisi UN saat ini pun sudah membuat orangtua dan siswa menjadi korban. Bahkan UN juga mendorong ketidakjujuran, baik yang dilakukan siswa maupun guru. “Demi mengejar kelulusan 100 persen, sekolah dan siswa melakukan segala cara dalam menempuh UN,” pungkasnya (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA