Seperti undian! Cagub/Cawagub Jabar Memilih Dadu Sebelum Berdebat

Pasangan Cagub amp Cawagub Jawa Barat 2013 2018 mendapat cecaran pertanyaan dari lima Rektor perguruan tinggi ternama di Jabar. Para rektor, seperti Rektor Unpad Prof Ganjar Kurnia, Rektor UPI, Sunaryo Kartadinata, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, Rekto

Seperti undian! Cagub/Cawagub Jabar Memilih Dadu Sebelum Berdebat

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pasangan Cagub & Cawagub Jawa Barat 2013-2018 mendapat cecaran pertanyaan dari lima Rektor perguruan tinggi ternama di Jabar. Para rektor, seperti Rektor Unpad Prof Ganjar Kurnia, Rektor UPI, Sunaryo Kartadinata, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Maksum Muchtar, serta Rektor Unpar Rebertus Wahyudi. layaknya undian berhadiah, masing-masing pasangan calon mengambil kotak berisi dadu berlambang kampus tertentu. Pengambilan dadu disesuaikan dengan nomor urut. Usai pengambil dadu, masing-masing pasangan calon akan dicecar pertanyaan salah satu rektor sesuai lambang kampus yang diambil. Rektor yang melayangkan pertanyaan diberi jatah 30 detik pertama. Selanjutnya pertanyaan tersebut dijawab pasangan calon selama 90 detik. Kemudian, jawaban pasangan calon akan ditanggapi rektor selama 30 detik. Hal yang sama juga dilanjutkan dengan komentar pasangan calon menanggapi tanggapan rektor selama 60 detik. Dalam kegiatan tanya jawab itu,cecaran pertanyaan para rektor menjadi ujian dari visi dan misi masing-masing pasangan calon. Salah satu pertanyaan menarik yang terlayang yakni dari Rektor Unpad Ganjar Kurnia terkait masalah utama di Jabar dan solusinya. Pertanyaan dari 'Bos' Unpad itu lantas dijawab pasangan Ahmad Heryawan Deddy Mizwar. Pasangan nomor urut empat menilai permasalahan Jabar terfokus kepada kemiskinan yang terjadi akibat tingginya pengangguran. Untuk mengatasi masalah tersebut Cagub petahana Ahmad Heryawan mengandalkan pembangunan pendidikan. Pembangunan sektor tersebut diyakini akan berdampak secara jangka panjang. “Pendidikan gratis hingga SMA dan setingkatnya merupakan salah satu komitmen kami,” katanya. Usai cecaran pertanyaan dari para rektor, debat dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari penonton. Namun jawaban dari masing-masingan calon bisa disanggah kandidat lainnya. Dalam sesi itu, salah satu dari kalangan mahasiswa sempat meminta seluruh pasangan calon menandatangani komitmen kampanye bersih. Sayangnya, permintaan tersebut ditolak panitia karena tidak sesuai dengan tema acara. Sesi tersebut menjadi penutup acara debat kandidat yang juga dihadiri delegasi dari Kedubes Australia. Acara itu sendiri berjalan cukup tertib mengingat keberadaan kandidat ditempatkan dengan gedung berbeda dari tim pendukungnya. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA