Rani Permata: Banyak Godaan dan Hinaan Menuju Sukses

Line Produser FTV HIdayah Untuk Suami Tercinta ternyata lahir dari keluarga yang sangat sederhana di Jalan Raya Cihaurbeuti Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, 20 Oktober 1977 silam. Dia anak pertama dari lima bersaudara. Ayahn

Rani Permata: Banyak Godaan dan Hinaan Menuju Sukses

BOGOR, FOKUSJabar.com: Line Produser FTV “ HIdayah Untuk Suami Tercinta “ ternyata lahir dari keluarga yang sangat sederhana di Jalan Raya Cihaurbeuti Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, 20 Oktober 1977 silam. Dia anak pertama dari lima bersaudara. Ayahnya, H. Ade Sutarman dan ibunda tercintanya bernama Hj. Apong Yuningsih pemilik Rani Permata Salon (RPS). Di rumah sederhana ini dibimbing dan dibesarkan oleh kedua orangtuanya untuk belajar sekaligus bekerja keras guna menggapai cita-cita. [caption id="attachment_132004" align="aligncenter" width="638"] Rani Permata: Banyak Godaan dan Hinaan Menuju Sukses (FokusJabar)[/caption] Sejak kecil, bakat seni istri mantan wakil bupati Garut periode 2009-2014, Diky Chandra ini sudah nampak, yakni di bidang tarik suara. Debut kariernya dimulai sejak duduk di bangku kelas V mengisi acara hajatan dan kenaikan kelas. Menginjak usia 14 tahun (kelas VIII) perempuan berjiwa sosial tinggi yang satu ini mulai dilirik sejumlah produser lagu, hingga masuk dapur rekaman. Saat itu mengeluarkan dua album berjudul “ Jangan Gitu Dong “ dan “ Emang Gue Pikirin.” Namun ternyata perjalanan kariernya tak berjalan mulus. Banyak hinaan dan cacian dari teman-temannya ketika terjun menekuni jenis musik dangdut. Tetapi semua itu Rani abaikan demi ked-dua orang tuanya yang sudah banyak berkorban mendukung kariernya. “ Waktu jadi seorang penyanyi banyak kejadian yang membuat saya merinding. Album yang sudah dikontrak gagal di produksi karena menolak menjadi istri simpanan sang produser,” kenang Rani Permata saat ditemui di rumahnya,    Perum Duta Mekar Asri Blok Q1 No5 RT5/15 Kelurahan Cileungsi Kidul Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Minggu (24/5/2015). [caption id="attachment_132003" align="aligncenter" width="638"] Rani dan Diky (FokusJabar)[/caption] Menurut Rani Permata, menjadi seorang penyanyi sukses itu tak semudah membalikan telapak tangan. Iming-iming dan godaan membayangi setiap gerak serta langkah. Selangkah saja salah memijak, tentunya akan jatuh ke lubang penyesalan. Berbekal ilmu agama yang diwariskan kedua orang tuanya, Rani berhasil menepis semua godaan tersebut. Kesuksesan yang ia raih dengan cara yang baik dan di ridhoi Allah SWT. Tahun 1992 kariernya mulai bersinar menjadi seorang modeling. Selanjutnya tahun 2003 menjadi sutradara  video klip “ Bekal Menuju Surga,” dan tahun berikutnya (2014) sebagai Produser film.(**) (Bambang Fouristian/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA