Politik Dinasti Tak Bahayakan Demokrasi?

Masyarakat dituntut lebih cerdas dan kritis menghadapi fenomena politik dinasti yang belakangan ini marak diperbincangkan. Sikap tersebut penting, terlebih saat menyalurkan suaranya di pemilu. Pengamat politik dari Unpad Muradi bahwa masyarakat adalah p

Politik Dinasti Tak Bahayakan Demokrasi?

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Masyarakat dituntut lebih cerdas dan kritis menghadapi fenomena politik dinasti yang belakangan ini marak diperbincangkan. Sikap tersebut penting, terlebih saat menyalurkan suaranya di pemilu. Pengamat politik dari Unpad Muradi bahwa masyarakat adalah penentu utama dalam kehidupan demokrasi. Untuk itu, masyarakat harus cerdas dan kritis memilih yang pantas sebagai pemimpinnya. "Jadi adanya politik dinasti ini tidak salah dan tidak berbahaya bagi iklim demokrasi. Yang berbahaya itu ketika masyarakat salah dalam memilih. Artinya jangan sampai masyarakat memilih politisi yang tidak berkompeten," kata Muradi, Selasa (15/10). Menurutnya, perlu usaha dan kerja keras semua pihak, seperti pemerintah (penentu kebijakan), KPU (penyelenggara) hingga partai politik yang menyediakan politisi. Dia berharap, ketiga unsur itu mampu memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, sehingga tidak salah memberikan pilihan. Misalnya dengan memberikan regulasi yang mampu mendorong partai politik lebih baik dalam kaderisasi. "Negara bisa memperketat regulasi saat Parpol merekrut kadernya, seperti dalam Pilkada. Dimana calon yang diusung harus bisa dipertanggungjawabkan secara akademik, politik dan etika. Ini tugas Parpol pengusung," jelasnya. Tidak hanya itu, negara dan parpol pun harus memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak asal-asalan memilih, bahkan masyarakat bisa diarahkan agar tidak terpengaruh 'rayuan' dan iming-iming materi, melaikan memilih berdasarkan penilaian terbaik. Selain itu, parpol pun harus lebih selektif dan baik melakukan kaderisasi. "Jangan sampai parpol menyuguhkan politisi yang tidak berkompeten. Masyarakat harus diberi pilihan terbaik. Dengan kaderisasi berkualitas, spekulasi dinasti politik akan berkurang. Begitupun dengan KPU harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebaik mungkin," katanya.(**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA