Polisi Kembali Ungkap Situs Porno

Setelah kemari WD diciduk lantaran mengoprasikan dan memiliki situs penjaja birahi, kini Polda Jawa Barat berhasil menangkap HF (24) yang melakukan hal serupa. HF alias AD yang tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di IPB (Institut Pertanian Bogor)

Polisi Kembali Ungkap Situs Porno

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Setelah kemari WD diciduk lantaran mengoprasikan dan memiliki situs penjaja birahi, kini Polda Jawa Barat berhasil menangkap HF (24) yang melakukan hal serupa. HF alias AD yang tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di IPB (Institut Pertanian Bogor) ini terendus Direktorat Reserse Kriminal Khusus Pold Jabar pada Selasa 8 Februari lalu. HF yang berperan sebagai mucikari dengan memperjual belikan anak dibawah umur melalui media online www.bogorcantik.blogspot.com [caption id="attachment_26014" align="aligncenter" width="460"] Tampilan situs porno bogorcantik.blogspot.com[/caption]   Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Martinus Sitompul megatakan dilakukan di Kamar Hotel Pangrango Nomor 5 jalan pajajaran Kota Bogor setelah jajarannya melakukan penyelidikan selama dua bulan. "Sebelumnya dilakukan penyelidikan selama 2 bulan sebelum kita tangkap dan kita pancing terlebih dahulu," ujarnya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Senin (11/2). Martin menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan berinteraksi di jejaring sosial atau chating menggunakan salah satu layanan yaitu mirc dari nego harga hingga tukeran nomer telpon dan janjian ketemuan. "Di jejaring sosial, pelaku dan konsumen interaksi dan cocok-cocokan harga setelah itu baru diberi nomer telepon kemudian menentukan tempat bertemu. Pembayarannya saat bertemu," ucapnya. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa satu buah laptop merk asus, satu unit sepeda motor honda vario, satu buah handphone merk Asiaphone, satu lembar print out website www.bogorcantik.blogspot.com, dan satu lembar print out ID facebook germo_smabogor. Akibat perbuatannya tersangka akan dijerat pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 ayat 1 tentang ITE kemudian pasal 88 tentang eksploitasi seksual anak, dan pasal 506 KUHPidana tentang mucikari dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA