Petualangan Gareng Selama Lima Tahun Berakhir di Bui

Setelah lima tahun burong, WS alias Gareng (36) harus mengakhiri petualangannya, pasalnya tersangka pembunuhan itu terendus polisi yang kemudian menyamar menjadi pembeli ayam. Gareng yang tidak menduga konsumenya adalah polisi tidak dapat berkutik saat t

Petualangan Gareng Selama Lima Tahun Berakhir di Bui

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Setelah lima tahun burong, WS alias Gareng (36) harus mengakhiri petualangannya, pasalnya tersangka pembunuhan itu terendus polisi yang kemudian menyamar menjadi pembeli ayam. Gareng yang tidak menduga konsumenya adalah polisi tidak dapat berkutik saat transaksi polisi membekuknya.   [caption id="attachment_26483" align="aligncenter" width="460"] WS alias Gareng tersangka pembunuhan(Foto: M Jatnika Sadili)[/caption]   "Waktu itu datang orang membeli ayam bangkok atau ayam aduan ke rumah. Dia mau membeli ayam sayaseharga tiga ratus ribu rupiah. Dan saya tidak tau kalau orang itu ternyata polisi," jelas Gareng kepada wartawan di Mapolsek Regol, Jalan Mochamad Toha, Selasa (12/2). Terbongkarnya keberadaan Gareng berawal dari kabar anggota Polres Bandung. Dari laporan tersebut polres Bandung berkoordinasi dengan Polsek Regol yang menangani kasus pembunuhan tersebut. "Kami langsung merespon dan menangkap tersangka. Gareng sendiri dijerat Pasal 338 KUH Pidana junto Pasal 351 KUH Pidana yang ancaman hukumannya lebih 10 tahun," ujar Kapolsek Regol, Kompol Fauzan didampingi Kanitreskrim AKP Sunarya Ishak. Dari tangan tersangka polisi mengamankan kayu kaso berukuran 75 sentimeter yang digunakan pelaku menganiaya korban. Untuk diketahui, Gareng pada Rabu 7 November 2007 berselisih paham dengan korban yakni Dedi. Cecok tersebut dipicu karena korban tidak terima sepeda motor miliknya dipinjam Gareng terlalu lama. Teguran Dedi membuat Gareng naik pitam dan berujung perkelahian di depan Bank BCA, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Regol. Gareng menghantam korban ke arah bagian belakan kepala korban. Setelah itu Gareng menjadi pemulung untuk menyambung hidup, hingga tersiar kabar Dedi tewas yang juga sampai di telinga Gareng. Mendengar kabar tersebut, Gareng bukannya menyerahkan diri. Ia malah pulang menemui istrinya di daerah Kabupaten Bandung. Kemudian Gareng pun hijrah ke Jakarta selama empat tahun. Di Jakarta kerja jadi tukang bangunan dan pulang ke Bandung setiap dua bulan sekali. Merasa aman, Gareng pulang kampun. Rumah di daerah Arjasari dijual guna menghindari polisi. Pelaku membeli rumah di daerah Rancakole. Sepanjang 2012, dia bernafas lega bisa berkumpul bareng keluarga. Pria berperawakan sedang ini berbisnis aksesori dan ayam aduan. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA