Perahu Kertas Bawa Harapan Anak-anak Bandung

Ingat sosok Kugy dalam film perahu kertas, yang menaruh harapan kemudian melayarkan perahu kertasnya ke laut lepas. Mungkin tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh 40 anak dari komunitas sahabat kota dengan menyimpan sebuah harapan di perahu kertas

Perahu Kertas Bawa Harapan Anak-anak Bandung

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ingat sosok Kugy dalam film perahu kertas, yang menaruh harapan kemudian melayarkan perahu kertasnya ke laut lepas. Mungkin tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh 40 anak dari komunitas sahabat kota dengan menyimpan sebuah harapan di perahu kertas yang dilarungkan di Cikapundung [caption id="attachment_27439" align="aligncenter" width="460"] 40 anak dari komunitas sahabat kota, saat mengunjungi sungai Cikapundung(Foto: M Jatnika Sadili)[/caption]   Anak-anak dari umur delapan sampai 12 tahun ini menulis harapan yang kemudian ditempel di perahu kertas berukuran sekitar 50 centi.  Para tutor yang membimbing para anak-anak membantu menempel harapan tersebut dankemudian   melarungkan perahu kertas tersebut. "Mari kita layarkan perahu harapan ini," ujar salah satu tutor yang langsung disambut riuh teriakan dukungan dari anak-anak dan disertai tepuk tangan. Acara yang berlangsung di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung ini berlangsung sejak pagi hari di aliran sungai Cikapundung, Minggu (17/2). Play Tutor Komunitas Sahabat Kota, Tika Sartika Putri mengaku dari berbagai harapan yang dibuat anak-anak banyak yang menyimpan harapan tentang banjir, macet, sampah serta penghijauan. "Anak-anak tadi banyak yang menulis harapan tentang kondisi saat ini, misal macet yang tambah parah, banjir yang kian mengahantui, sampah yang menumpuk di jalan-jalan," tuturnya. Apa yang mereka lakukan sebagai sarana edukasi kepada adik-adiknya untuk peduli akan Kota, karena kedepanya mereka yang akan melanjutkan untuk mengisi kota. Kota yang saat ini mereka tempati harus mulai dikenal, dengan harapan kedepan anak-anak tersebut dapat menata dan tetap menjadikan Kota harapan yang mereka impikan tetap berdiri. "Kita berharap apa yang mereka tulis sebagai kepedulian terhadap kota dapat mereka tungkan baik dari hari ini atau kedepan saat mereka sudah dewasa, misal tadi ada harapan Kota harus bebas kejahatan, dan anak tersebut cita-citanya jadi penegak hukum," ujarnya dengan menggebu-gebu. Selain melarungkan perahu, komunitas ini pun membuat mural, di dinding sepanjang empat meter di Babakan Ciamis tidak jauh dari lokasi pelarungan perahu kertas tersebut. Menurutnya projek keliling Bandung dengan corat-coret  mural tidak jelek, karena banyak pesan yang dapat disampaikan. "Lewat mural kita mengajak anak-anak mengenal mana tulisan dinding yang mengandung pesan dan yang tidak. Kegiatan ini dibuat dalam bentuk cerita putri dan pengeran yang mempunyai harapan untuk menata kotanya, dan kenapa kita buat kisah karena anak-anak lebih cepat dengan dibantu cerita," pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA