Najong Lah! Heryawan Kampanye Hijau di Bukit Tilu

Calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menggelar kampanye hijau di kaki Bukit Tilu, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (10 2). Kampanye simpatik hari keempat tersebut, dimanfaatkan Heryawan dengan melakukan penghijauan di lahan kritis, di Kampung

Najong Lah! Heryawan Kampanye Hijau di Bukit Tilu

Oleh: Solihin KABUPATEN BANDUNG,FOKUSJabar.com: Calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menggelar 'kampanye hijau' di kaki Bukit Tilu, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (10/2). Kampanye simpatik hari keempat tersebut, dimanfaatkan Heryawan dengan melakukan penghijauan di lahan kritis, di Kampung Tangak, Desa Lamajang, Pangalengan. Aksi penghijauan yang melibatkan seribuan orang itu, digagas langsung oleh Jawatan (Jaringan Masyarakat Pertanian Jawa Barat). Mengawali kegiatan tanam pohon tersebut, Heryawan langsung turun menanam bibit kayu putih dan diikuti warga dengan menanam bibit lainnya, seperti kayu suren dan sengon atau albasia. Heryawan mengaku bahwa kegiatan tersebut, mengingatkannya saat masih belia, terlebih Heryawan kecil hidup dilingkungan pedesaan yang hidup dari hasil pertanian. Dengan kata lain Heryawan tidak merasa canggung atau asing dengan kegiatan tersebut. "Saya biasa melakukan ini di kampung dulu (Sukabumi)," kenang Heryawan. terlepas dari itu, Heryawan berpesan agar warga bisa memanfaatkan pohon tegakan untuk menanami lereng Bukit Tilu yang sebagiannya tandus. Menanami sayur-sayuran di lereng tandus itu kurang tepat, bahkan tidak memperbaiki fungsi konservasi hutan, sebaliknya malah merusak. Berbeda dengan pohon tegakan atau pohon keras. Dengan pohon keras, fungsi konservasi lahan dan penataan serapan air akan berjalan dengan baik . Kemudian lahan bagian tengahnya sebaiknya ditanami kopi dan sejenisnya, selebihnya rerumputan untuk kebutuhan pakan hewan ternak. "Bagian bawah lagi baru sayuran, dan bila memungkinkan areal bawahnya lagi untuk hamparan kolam. Saya jamin, dengan pola kawasan hutan yang dikembangkan mendatangkan manfaat ekonomi yang lebih dahsyat," jelasnya.(**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA