Minim Kerjasama, Layanan BPJS Tak Optimal

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati mengungkapkan, dari 303 rumah sakit di Jawa Barat, baru 209 RS yang bekerjasama dengan BPJS. Akibatnya pelayanan medis terhadap pemegang kartu BPJS belum optimal. Selain dengan RS, BPJS pun minim k

Minim Kerjasama, Layanan BPJS Tak Optimal

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati mengungkapkan, dari 303 rumah sakit di Jawa Barat, baru 209 RS yang bekerjasama dengan BPJS. Akibatnya pelayanan medis terhadap pemegang kartu BPJS belum optimal. Selain dengan RS, BPJS pun minim kerjasama dengan klinik. Bahkan, dari 11.115 klinik yang hada, BPJS baru menjalin kerjasama dengan 2.190an klinik. "Kami tidak punya kewenangan untuk memaksakan BPJS segera bekerjasama dengan RS," jelas Alma di Bandung. Menurutnya, kerjasama dengan penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk memperluas akses masyarakat. Dengan kerjasama yang banyak, maka masyarakat bisa lebih dekat mengakses pelayanan kesehatan. Dengan begitu, kesempatan pun akan semakin luas. "Jika dibiarkan seperti sekarang, maka akan banyak masyarakat yang sakit dari desa pergi ke kota untuk berobat," jelasnya. Lebih lanjut Alma mengatakan, Pemprov Jabar terus berupaya memperluas akses masyarakat agar mendapatkan pelayanan kesehatan optimal. Bahkan direncanakan akan ada RS dengan fasilitas lengkap di setiap kabupaten. "Pemprov telah membangun enam RS Regional rujukan yang memiliki fasilitas setara dengan RS Hasan Sadikin, yakni RS Gunung Jati di Cirebon, RS Karawang, RS Cibabat di Kota Cimahi, RS Al Ikhsan, RS Cibinong di Bogor dan RS Tasikmalaya," ungkapnya. Dia berharap, semua RS Regional rujukan di Jabar bia mengurangi penumpukan pasiean di RSHS. Terlebih fasilitas terus ditambah. (Budi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA