Mantan Sekertaris DPRD Kota Bandung Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Oleh Ariez Riza Fauzy BANDUNG, FOKUSJABAR.COM Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Sekertaris DPRD Kota Bandung Ebet Hidayat selama satu tahun enam bulan kurungan penjara. caption id attachment 14886 align aligncenter width 460 Ilustra

Mantan Sekertaris DPRD Kota Bandung Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Oleh : Ariez Riza Fauzy BANDUNG, FOKUSJABAR.COM : Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Sekertaris DPRD Kota Bandung Ebet Hidayat selama satu tahun enam bulan kurungan penjara. [caption id="attachment_14886" align="aligncenter" width="460"] Ilustrasi Penjara[/caption]   Dalam sidang yang digelar di Ruang III Pengadilan Negeri Bandung itu, JPU Agus Murjoko menyatakan Ebet beserta staf DPRD lainnya yakni  Ernawan Mulyana dan Asep Komara  terbukti melanggar  Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 18 jo. Pasal 64 jo. Pasal 55 KUHP. "Maka itu,kami meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan serta denda Rp 50 juta. Jika  tidak dibayar diganti dengan  kurungan selama 6 bulan," kata Agus saat membacakan tuntutannya, Jumat (28/12). Agus menilai, peran Ebet dan dua terdakwa lainnya secara sah dan meyakinkan terlibat aktif dalam tindak pidana korupsi. Ebet telah  mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk membentuk panitia pengadaan barang kemudian meminta pada PPTK agar dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan menyisihkan dana sebesar 10 persen dari nilai kegiatan. Dana tersebut dikumpulkan di PPTK dan diserahkan kepada Ebet melalui bendahara pengeluaran. "Anggaran Pansus  2008, senilai Rp 21,4 miliar, sementara untuk 2009 Rp 6,4 miliar. Dari kedua tahun anggaran ini, Ebet menerima uang sebesar Rp. 690 juta," ungkap Agus. Mendengar tuntutan JPU, Ebet yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung langsung mengajukan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Teddy Sihombing, meminta agar pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut diikutsertakan. "Kan sudah jelas dalam pemeriksaan pak Ebet kemarin, banyak pihak yang terlibat. Dari staf, office boy hingga tukang cuci mobil," ujar Teddy seusai sidang. Persidangan yang dipimpin oleh Setyabudi Tedjocahyono dan hanya berlangsung sekitar 20  menit itu. Ebet dan kedua terdakwa lainnya terlihat tenang, saat mendengar tuntutan dari JPU. Siang tadi, Ebet dan Asep Komara terlihat mengenakan kemeja tangan panjang warna putih dan celana panjang hitam. Sedangkan kedua terdakwa lainnya yakni Ernawan Mulyana mengenakan kemeja panjang batik. JPU hanya membacakan pembukaan, sebagian fakta hukum dan amar tuntutan. Rencananya sidang perkara  dilanjutkan dengan agenda pembelaan pada Rabu (9/1) mendatang. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA