Kontrak Politik, Siapa Takut

Kubu calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf Macan Effendi Lex Laksamana menanggapi positif wacana kontrak politik di Pilgub Jabar 2013. caption id attachment 26070 align aligncenter width 460 Cagub Dede Yusuf dan Cawagub Lex La

Kontrak Politik, Siapa Takut

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Kubu calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana menanggapi positif wacana kontrak politik di Pilgub Jabar 2013. [caption id="attachment_26070" align="aligncenter" width="460"] Cagub Dede Yusuf dan Cawagub Lex Laksamana(Foto: Bambang Fouristian)[/caption]   Ketua Tim Koalisi Babarengan, Didin Supriadin menganggap bahwa munculnya wacana tersebut, merupakan dinamika politik masyarakat Jabar yang sudah cerdas dan tak mau dibohongi janji-janji politik para kandidat. Dengan kata lain, masyarakat Jabar sudah tahu mana yang terbaik dalam memilih pemimpin Jabar ke depan. "Makanya kita tidak usah berjanji muluk atau berlebihan. Yang terpenting adalah niat baik, tulus membangun Jabar. Itu membangun keyakinan sebagai jaminan jika pasangan Dede-Laksamana terpilih," tegas Didin melalui sambungan telepon, Rabu (13/2). Bahkan sebelum wacana kontrak politik itu muncul, tidak secara langsung kubunya sudah menjawab dengan membuat Kartu Tri Bakti yang memuat visi-misi dan program prioritas Dede-Laksamana. Kartu itu pegangan, dimana isinya meliputi sejumlah program pro rakyat, seperti bidang pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, dan sebagainya. "Saat ini kartu tersebut masih disosialisasikan ke masyarakat, bahkan contoh kartunya sudah dibagi-bagikan pada masa kampanye ini," jelasnya. Artinya begitu pasangan Dede Yusuf- Laksamana terpilih nanti, masyarakat tidak perlu repot menagih isi yang tertera di kartu itu. Justru kartu itu bisa digunakan untuk masyarakat agar dapat program-program tersebut. Saat terpilih nanti, otomatis Dede-Laksamana sebagai pemegang kebijakan di Pemprov Jabar. "Jadi Pemprov pula yang akan mendata warga tak mampu untuk mendapatkan Kartu Tribhakti dan akan dibagikan ketika paangan ini terpilih. Tentu layanan di dalam kartu ini bisa digunakan nantinya," terangnya. Sebelumnya, budayawan sunda, Hawe Setiawan menekankan perlu adanya kontrak politik antara Cagub/Cawagub Jabar dan masyarakat Jabar. Kontrak tersebut untuk meyakinkan rakyat terkait janji-janji calon di masa kampanye. Hawe bahkan mengusulkan adanya batasan waktu terhadap realisasi janji-janji tersebut. Jika janji itu tak terealisasi, Gubernur/Wagub terpilih harus siap menerima sanksi sesuai kontrak politik. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA