Jabar Kalahkan Jakarta untuk Kepedulian Konsumen

Pemerintah Provinsi Jawa Barat raih penghargaan peduli konsumen dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Jabar akan mendapatkan penghargaan bersama lima daerah lainnya, seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, Kota Yogyakarta, Kota Surakarta dan Kota D

Jabar Kalahkan Jakarta untuk Kepedulian Konsumen

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pemerintah Provinsi Jawa Barat raih penghargaan peduli konsumen dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Jabar akan mendapatkan penghargaan bersama lima daerah lainnya, seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, Kota Yogyakarta, Kota Surakarta dan Kota Denpasar. Jabar ditetapkan sebagai 'Daerah Peduli Konsumen Tahun 2014'. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel berharap, penetapan enam daerah sebagai daerah peduli konsumen, daerah dan kota lainnya di Indonesia bisa mencontoh dan melakukan hal serupa. Begitupun dengan daerah yang berhasil menjadi daerah peduli konsumen, pihaknya meminta agar mempertahankan dan meningkatkannya. "Saya pikir ini penting untuk meningkatkan hubungan kerjasama dengan pelanggan dan mendapat umpan balik dari pelanggan demi pelayanan publik," jelas Rachmat dalam acara Temu Pelanggan 2014 di Hotel Horison, Bandung, Rabu (26/11/2014). Dari sejumlah daerah yang mendapat penghargaan tersebut, Ibu Kota Jakarta justru tidak termasuk di dalamnya. Sebelumnya tahun2013, daerah yang meraih penghargaan, yakni Provinsi Jawa Tengah, Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Padang, dan Kota Bogor. Tidak hanya daerah, Rachmat pun memberikan anugerah lainnya kepada enam perusahaan energi yang peduli tertib ukur 2014. Sejumlah perusahaan itu, seperti PT Medco E&P Indonesia, PT Odira Energy Persada, PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan, PT PGN (Persero) Tbk. SBU DW I, Perusahaan Timbangan SSS-Solo, dan PT Semen Tonasa Biringere-Pangkep Sulawesi Selatan. "Saya berharap, setelah mendapat penghargaan, perusahaan ini harus tetap tertib menera dan menera ulangkan alat-alat ukur, takar timbang dan perlengkapannya (UTTP) sesuai ketentuan perundangan bidang kemetereologian," tegasnya. (Solihin/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA