Ini Pengakuan Korban Trafficking Selama di Medan

Korban dugaan praktik perdagangan manusia (human trafficking), Sri Muliati (19) mengaku tidak mendapatkan gaji selama bekerja. Korban bekerja di rumah Handoko (pengusaha baja) selama enam tahun dan tidak pernah mendapatkan bayaran. Sebaliknya, pembantu

Ini Pengakuan Korban Trafficking Selama di Medan

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Korban dugaan praktik perdagangan manusia (human trafficking), Sri Muliati (19) mengaku tidak mendapatkan gaji selama bekerja. Korban bekerja di rumah Handoko (pengusaha baja) selama enam tahun dan tidak pernah mendapatkan bayaran. Sebaliknya, pembantu rumah tangga itu kerap mendapat perlakuan kasar dan terkadan menerima kekerasan fisik. Selain itu, korban pun dilarang menggunakan telepon seluler (ponsel) dan tidak boleh berinteraksi dengan tetangga. "Tidak pernah mendapat gaji, dilarang menggunakan ponsel dan kerap dibentak," ungkap Sri di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Bandung, Selasa (31/3/2015). Kendati merasa di dzolimi, korban tetap sabar dan bertahan menunggu saat yang tepat untuk bisa menghubungi keluarganya di Garut. "Berkat seseorang, dan proses yang panjang, Alhamdulillah saya bisa menghubungi keluarga dan bisa membawa pulang gaji selama enam tahun bekerja," tuturnya. (Bambang Fouristian/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA