Ini Dia Alasan Megawati Pilih Rieke Diah Pitaloka

Ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri berorasi dihadapan ribuan simpatisan pasangan Cagub Cawagub Jabar, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, di Lapangan Tarikolot, Desa Nanjung Mekar, Rancaekek, Sabtu (16 2). Megawati sengaja datang membantu pemenang

Ini Dia Alasan Megawati Pilih Rieke Diah Pitaloka

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri berorasi dihadapan ribuan simpatisan pasangan Cagub/Cawagub Jabar, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, di Lapangan Tarikolot, Desa Nanjung Mekar, Rancaekek, Sabtu (16/2). Megawati sengaja datang membantu pemenangan Paten di Jabar. [caption id="attachment_27327" align="aligncenter" width="460"] Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri Saat Berorasi di Rancaekek (Foto: Solihin)[/caption] Mega mengaku memilih Rieke-Teten sebagai kandidat dari PDIP lantaran Rieke sebagai puteri daerah dinilai memiliki kapasitas memimpin suatu daerah. Bahkan Mega meninginkan sukses Jokowi di DKI Jakarta menular ke Jabar, dalam hal ini kepada Rieke-Teten sebagai Kepala Daerah di Jabar lima tahun kedepan. "Saya memilih Rieke karena dia kritis,bersih dan tidak terkontaminasi korupsi," jelas Megawati dalam orasinya. Belum lagi Teten Masduki, yang dikenal sebagai pegiat antikorupsi. Sepak terjang Teten di dunia tersebut mencerminkan bahwa Jabar membutuhkan orang seperti Teten. "Saya bilang Rieke. Saya pilih kamu. Awas kalau kamu korupsi. Sekarang rakyat menginginkan pemimpin yang bisa mengayomi rakyatnya. Sehingga demikian bisa melihat siapa yang sebenarnya bisa dipilih," tegasnya. Mantan Presiden RI ke V ini pun menghimbau agar rakyat Jabar tidak salah dalam memilih pemimpinnya. Jangan ada politik transaksional, terlebih itu akan berdampak pada penyesalan selama lima tahun ke depan. Dengan kata lain jangan sampai dikelabui dengan iming-iming uang. "Jadi 24 Februari nanti jangan salah pilih. Pilih pemuda yang diharapkan ini," katanya. Megawati yakin, jika terpilih nanti, Rieke-Teten akan meneruskan jejak Jokowi dengan birokrasi yang bersih dan transparan. "Siapa sekarang yang tidak mengenal Jokowi dan kepemimpinannya yang bersih," terangnya. Padahal, semula Jokowi dipandang sebelah mata, bahkan hasil survei pun tidak berpihak padanya dan selalu kalah dengan petahana dalam survei itu. "Tapi jika rakyatnya pintar, sekarang sudah merasakan. Jangan mau-mau lagi rakyat dibodohi," pungkasnya. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA