Ingat! Sistem UN Harus Dibenahi

Sekjen FGII (Ferderasi Guru Republik Indonesia), Iwan Hermawan menilai sistem UN (Ujian Nasional) yang buruk berimbas pada semua sektor, termasuk dengan munculnya sanksi blcaklist panitia SNMPTN 2013 kepada hampir 30 sekolah. caption id attachment 15

Ingat! Sistem UN Harus Dibenahi

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Sekjen FGII (Ferderasi Guru Republik Indonesia), Iwan Hermawan menilai sistem UN (Ujian Nasional) yang buruk berimbas pada semua sektor, termasuk dengan munculnya sanksi blcaklist panitia SNMPTN 2013 kepada hampir 30 sekolah. [caption id="attachment_15531" align="aligncenter" width="460"] Iwan Hermawan(Foto: Solihin)[/caption]   "SMA dan sederajat kemungkinan besar melakukan rekayasa, apalagi banyak penilaian tolak ukurnya dari UN. Dimana nilai UN akan berimbas pada  SNMPTN," kata Iwan melalui sambungan telepon, Kamis (14/2) malam. Menurutnya, rekayasa tersebut bukan tanpa alasan, selain untuk membantu kelulusan siswa, UN pun menjadi tolak ukur akreditasu dan reputasi sekolah utamanya kepala sekolah. Bahkan tak jarang reputasi setiap daerah berujung pada pemimpin daerah tersebut. Untuk itu, perlu ada pembenahan sistem bukan malah menjadikan siswa sebagai korban karena kecurangan dan rekayasa demi mengejar tolak ukur yang lain. "Ini bukti carut marutnya UN," tegasnya. Iwan pun membenarkan adanya oknum pendidikan dan siswa demi mencapai target UN yang mengorbankan prinsip pendidikan. "Yang jelas, masalah yang muncul saat ini adalah akibat sistem. Selain itu UN harus dievaluasi. Jangan sampai ' Hanacaraka Datasawala, Bapakna Cilaka Anak Kababawa," pungkasnya.(LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA